Mataram, LombokInsider.com – Billboard promosi Female DJ yang di pasang di wilayah Senggigi oleh salah satu pengusaha hotel yang ada di Lombok menuai protes. Ketua DPP Perkumpulan Pariwisata Islami Indonesia (APII), Fauzan Zakaria mengaku banyak menerima protes dari ketua ormas-ormas Islam yang ada di Lombok, khususnya dari Lombok Barat.

“Konten billboard ini jelas mengandung unsur pornografi. Selain itu ada ajakan untuk minum minuman keras pada hari Jum’at yang merupakan penghulu hari bagi umat Islam, kemudian dibalut dengan promosi harga murah tertulis yang tertera di billboard,” jelas Fauzan dihadapan wartawan, Kamis (20/12), di Kantor APII.

Hal ini menurutnya jelas-jelas tidak sesuai dengan branding wisata halal yang disematkan kepada Pulau Lombok yang sebelumnya juga sudah sangat terkenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid.

“Jelas ini tidak sesuai dengan branding Lombok sebagai peraih perdikat destinasi wisata halal terbaik dunia dan Pulau Seribu Masjid. Branding ini perlu pertanggungjawaban yang konkrit, bukan hanya sekedar branding,” ujarnya.

Senada dengan Fauzan, Mastur yang merupakan Ketua DPD APII Lombok Barat juga menyayangkan hal ini sampai terjadi.

“Setelah heboh dan menuai protes kami langsung berkoordinasi dengan pemda Lobar, kemudian bersama aparat terkait kami menurunkan billboard tersebut pada (19/12) lalu,” kata Mastur.

Mastur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal branding destinasi wisata halal terbaik ini, jangan sampai tercoreng dengan hal semacam ini.

Sebagai Ketua APII, Fauzan juga mendesak pemerintah daerah untuk tidak segan menindak pengusaha yang memanfaatkan unsur pornografi sebagai ajang promosi kegiatan usahanya.

Selain itu dengan adanya kasus bilboard ini, diketauhi bahwa hingga kini belum ada grand design yang jelas tentang batasan wisata halal itu. Fauzan meminta pemerintah provinsi melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, legislatif dan pihak terkait untuk duduk bersama membahas grand design wisata halal ini dengan serius.

Pemprov NTB memang telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) wisata halal pada 2016 lalu. Namun hingga saat ini belum ada petunjuk teknis yang jelas berupa Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang menjelaskan secara detail terkait penerapan Perda Wisata Halal tersebut di lapangan.

APII berharap dalam tempo singkat hotel pemasang iklan billboard tersebut segera minta maaf di media massa, sebagai wujud kesungguhannya, tidak cukup hanya dengan menurunkan billboard tersebut. (LI/AA)

Tags: , , , ,
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com