Erik Ramadhan Tumbelaka, GM Kila Senggigi Beach Hotel, Lombok

Mataram, LombokInsider.com – Hotel Senggigi Beach yang kini bernama Kila Senggigi Beach milik grup Aerowisata Hotels telah beroperasi sejak 1987. Namun baru pada 2015 hotel berbintang empat ini dipimpin oleh seorang general manager yang bumiputera. Orang yang dipercaya untuk menjadi ‘komandan’ hotel indah di Pantai Senggigi ini adalah Erik Ramadhan Tumbelaka, 52 tahun.

Kepercayaan yang diberikan oleh manajemen Aerowisata Hotels tentulah didasari oleh pengalaman dan kapabilitas Erik. Lulusan Akademi Pariwisata NHI Bandung ini sudah lebih dari seperempat abad berkarya di industri perhotelan internasional di Indonesia dan Eropa.

SILATURAHMI. Erik bermain golf dengan sejawatnya.

SILATURAHMI. Erik bermain golf dengan sejawatnya.

“Awalnya pada 1983 saya menyelesaikan pendidikan Diploma 1 di Akper NHI. Lalu saya bekerja sebagai chef di PT Kemang Food Industries Jakarta (Kem Chicks) dan (Kem Food) milik pengusaha Bob Sadino. Sebagai chef, tugas saya adalah melakukan demo masak untuk menarik minat para pembeli,” Erik Ramadhan Tumbelaka, General Manager (GM) Kila Senggigi Beach saat ditemui LombokInsider.com di kantornya Senin (8/8).

Pada1989 Erik melanjutkan kuliah pada jenjang Diploma 2 hingga tamat di Akper NHI Bandung. “Setamat dari NHI saya pada 1990 mulai bekerja ke Jerman, Austria, Swedia dan Swis selama sekitar tujuh tahun,” kata Erik, yang saat di Swiss Erik bertemu dengan jodohnya yakni Indah Permatasari.

Sebelum bertugas di Kila Senggigi Beach dan Pool Villa sebagai GM, Erik telah memimpin di beberapa hotel, baik yang berada di bawah manajemen Aerowisata Hotels maupun di luar itu, bertaraf nasional dan internasional.

Dari Chef ke GM

Sesuai ilmu yang ditimbanya di bangku kuliah, Erik mengawali kariernya dari bagian belakang hotel, yakni dapur, divisi Food & Beverage, sebagai chef. Separuh awal perjalanan karier Erik dihabiskan di bidang masak memasak ini. Dia mengawalinya dari bawah yakni mulai dari Chef de Tournant di Tradervic’s Restaurant di Munich, Jerman pada 1991 – 1993. Lalu dia menjadi Chef de Pastries di Zurtenne Hotel Kitzbuhl, Austria lalu pindah ke Operakalaren Restaurant di Stockholm, Swedia sampai 1995. Dia pun kembali pindah ke Movenpick Restaurant di Zurich, Swiss sebagai Chef de Rang atau Restaurant Captain selama satu tahun.

Setelah tujuh tahun menimba ilmu praktis di Eropa, Erik pada 1996 pun pulang kampung ke Bandung untuk bekerja sebagai Restaurant Manager di Holiday Inn. Setahun berselang, Erik pindah ke Jakarta menjadi Assistant Food & Beverage Manager di Le Meridien Hotel selama enam tahun.

Kariernya pindah ke manajemen saat dia dipercaya sebagai Executive Assistant Manager, Alila Hotel, Jakarta pada 2003. Kariernya pun meningkat saat dia menjabat sebagai GM The Ardjuna Boutique Hotel & Spa di Bandung pada 2004 –2007. Lalu menjadi GM Swiss Belhotel Manokwari, Papua Barat (2007–2009) dan GM Arion Swiss Belhotel Bandung (2009 –2010).

Masuk Aerowisata Hotels

Pada 2010, Erik mulai masuk ke grup Aerowisata Hotels saat menjabat sebagai GM Labersa Grand Hotel & Convention Centre, di Pekanbaru, Riau. Dua tahun berselang, dia dipindahkan menjadi GM Grand Artos Aerowisata Hotel & Convention di Magelang, Jawa Tengah. Kembali ia dipindah ke Bandung kampung halamannya untuk menjadi GM Prama Grand Preanger Bandung selama dua tahun.

“Baru pada April 2015 saya ditugaskan untuk menjadi GM Kila Senggigi Beach Lombok & Pool Villa Club Lombok,” kata Erik.

KELUARGA. Erik R. Tumbelaka bersama keluarga.

KELUARGA. Erik R. Tumbelaka bersama keluarga.

Bekerja dengan Ikhlas

Dalam bekerja, Erik selalu berupaya untuk bekerja dengan profesional dan ikhlas. Hal yang sama ia ajarkan kepada timnya. “Saya selalu mengajak teman-teman untuk bekerja dengan tulus dan berpikir positif, serta memberikan kebahagiaan kepada tamu, sesama karyawan serta perusahaan,” kata ayah dua putra ini.

Sebagai seorang yang bergelut di bidang pariwisata Erik memiliki harapan untuk pariwisata Lombok. “Bagaimana kita sebagai individu yang tinggal di Lombok dapat ikut serta menjadikan Lombok sebagai destinasi utama di Indonesia bahkan dunia, dengan cara mengekpose potensi wisata Lombok, baik melaui media sosial dan lainnya serta menyampaikan hal-hal positif tentang Lombok yang diperkenalkan ke tingkat nasional maupun internasional,” tegas penghobi golf, membaca, musik, traveling dan berenang.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono