Mataram, LombokInsider.com – Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) perhotelan, khususnya dibidang Finance & Accounting (FA), Hotel Finance & Accounting Association (HFAA) NTB, menggelar sertifikasi profesi “Certified Hotel Accounting Specialist” pada 22-24 Maret 2019. Kegiatan ini digelar dengan menggandeng institusi yang kredibel dibidangnya yakni Hotel Executive Learning Centre (HELIC) dari Bandung.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM perhotelan kita yang ada di Lombok, khususnya bidang FA. Selain itu kita juga ingin menciptakan seorang FA yang jujur dan berintegritas,” kata Agus Putra Kirana, Ketua HFAA NTB di Golden Palace Hotel, Lombok pada Sabtu (23/3).

Kegiatan ini diikuti 30 orang FA hotel, resort dan vila yang ada di Lombok. Menurut Agus, saat ini anggota HFAA telah mencapai 64 orang terdiri dari posisi finance atau accounting yang ada di bidang perhotelan.

“Seorang FA memang harus memiliki kemampuan yang mempuni, karena posisi ini sangat strategis. Selain jujur, seorang FA harus kompeten dibidangnya, ini bagian dari kredibel dan integritas tersebut,” lanjutnya.

Selain pelatihan atau sertifikasi FA, kedepan HFAA akan melakukan sertifikasi atau pelatihan terkait perpajakan, yang merupakan bagian juga dari lingkup kerja seorang FA di perhotelan yang berhubungan dengan perpajakan.

“Kami ingin seluruh hotel yang menjadi anggota HFAA memiliki satu persepsi, bahasa yang sama antara pembukuan dan perpajakan, sehingga terdapat link antara laporan FA dan pajak,” jelas Agus.

Lebih lanjut Agus menjelaskan berbagai manfaat yang diperoleh para FA yang mengikuti sertifikasi ini, selain refreshing terhadap ilmu-ilmu yang sudah pernah didapat saat sekolah, juga banyak istilah dan ilmu baru yang di dapat setelah mengikuti sertifikasi ini.

“Ilmu FA ini selalu berkembang, jadi banyak sekali manfaat yang akan kita peroleh, ini merupakan refreshing juga memperoleh teori dan istilah baru dalam bidang FA,” ucapnya.

Sementara, Septiawan Tri Cahyono, Ketua Harian HFAA menambahkan bahwa dari segi jumlah personil untuk posisi FA perhotelan di NTB ini sangat kurang.

“Kami HFAA di NTB ini sangat kekurangan, baik dari kuantitas maupun kualitas. Untuk pelatihan misalnya, baru kali ini kami bisa mengadakannya,” ujar Awan, sapaan akrabnya.

Sertifikasi ini juga merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi baik dari pihak hotel maupun personal, karena pemerintah juga telah menetapkan standarisasi tentang sertifikasi profesi.

“Sertifikasi ini merupakan standarisasi yang harus dipenuhi baik dari hotelnya sendiri maupun pemerintah, jadi kami sangat mendukung. Karena ilmu FA diperhotelan memiliki kekhususan yang kami sebut dengan Uniform System of Accounts for the Lodging Industry (USALI),” tegasnya.

Mereka juga menginformasikan bahwa untuk posisi FA di perhotelan ini masih sangat terbatas. Sehingga menjadi peluang bagi para fresh graduate jika ingin berkarir di perhotelan bidang FA.

HFAA sangat berharap pemerintah provinsi, kota/kabupaten mendukung program-program sertifikasi semacam ini, karena ini merupakan sinergi yang sangat penting antara pelaku dan pemerintah, untuk menciptakan NTB Gemilang, khususnya di bidang pariwisata. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com