Mataram, LombokInsider.com – Satu lagi yang baru dan fenomenal bakal digelar di Pulau Lombok, Hijab Run di Kota Tua Ampenan pada 10 Desember 2017. Fenomenal karena baru pertama dilaksanakan dan pesertanya diperkirakan akan mencapai ribuan, selain itu keunikan lainnya adalah para hijaber yang merupakan peserta akan berlari sambil melaksanakan kegiatan clean-up.

“Kita dorong untuk dapat tercatat dalam Rekor MURI, sedang dilakukan pembicaraan kearah tersebut. Pemecahan rekor lebih kepada uniknya, yakni lari sekaligus melakukan aksi bersih (clean-up), selain dari banyaknya peserta yang terlibat,” kata Kadispar NTB, HL. Moh. Faozal, Rabu (15/11).

Faozal menegaskan kegiatan Hijab Run ini akan dimasukkan dalam kalender even Dinas Pariwisata NTB dan akan menjadi kegiatan rutin tahunan, serta menjadi rangkaian dari memeriahkan HUT NTB ke-59 pada Desember mendatang.

“Untuk peserta kami akan mengajak para pelajar di NTB, yang pasti syaratnya harus berhijab. Ini juga sebagai pendorong dan branding dari Lombok sebagai destinasi wisata halal. Kegiatan ini akan didukung oleh Zoya Lombok,” lanjut Faozal.

“Peserta akan start di taman Jangkar, kemudian akan berkeliling disekitar perkampungan di Kota Tua Ampenan sepanjang 3 kilometer. Selain membranding wisata halal sekaligus promosi untuk Kota Tua Ampenan, sebagai salah satu destinasi pilihan di dalam Kota Mataram,” ungkapnya.

Faozal menambahkan, seperti diketahui Kota Tua Ampenan, merupakan kota yang menyimpan banyak sejarah perkembangan dan kemajuan Ampenan sebagai pusat perekonomian dimasa lalu.

Senada dengan Kadispar, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Husnanidiaty Nurdin mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

“Tentunya ini kegiatan yang positi dan harus kita dukung bersama, dimana merupakan kolaborasi antara Dispar dan Dispora NTB, yang salah satu tujuan utamanya yakni meningkatkan angka kunjungan wisatawan melalui kegiatan sport tourism semacam ini,” ucap Husnanidiaty.

Husnanindiaty Nurdin optimistis jika angka 10 ribu peserta dapat terwujud. Pasalnya, ajang ini melibatkan komunitas hijab di NTB, kelompok dan organisasi wanita serta perwakilan Pemda dan juga perwakilan pelajar dan mahasiswa dari 10 Kota/Kabupaten di NTB.

Selain itu menurutnya acara semacam ini juga digunakan sebagai ajang pencarian bibit baru pelari-pelari muda NTB yang berpotensi. Kadispora NTB ini juga mengingatkan agar kegiatan semacam ini memang harus berkelanjutan setiap tahunnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com