Mataram, LombokInsider.com – Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi (Jangzulmi), kembali hadir di tengah masyarakat NTB, pada Jum’at (12/7), setelah sempat jeda sekitar dua bulan. Acara ini dirangkai dengan perayaan Hari Koperasi Nasional 2019, dihadiri Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI Rahmat Kusnawadi, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama NTB.

“Alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dalam forum ini, semoga intesitas komunikasi kita ini bisa menjadi sumbatan permasalahan kita”, ungkap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah.

Berkaitan dengan perayaan Hari Koperasi Nasional, Gubernur mengingatkan bahwa koperasi menjadi penyelesaian persoalan saat Indonesia mengalami gonjang ganjing masalah demokrasi, masalah ketimpangan ekonomi dan sebagainya sehingga memunculkan koperasi sebagai solusi dan ide luar biasa, dari tokoh nasional dan motivator Indonesia, Bung Hatta.

Semangat wirausaha masyarakat, khususnya bisnis generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintahan Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah.

Pelaksanaan program-program unggulan yang luar biasa itu, seperti industrialisasi, 1000 wira usaha muda, 99 desa Wisata serta 1000 cendikia yang memiliki wawasan dan jaringan internasional, juga 60 program unggulan lainnya yang tertuang di dalam RPJMD NTB 2019-2023, masih memerlukan kerja keras untuk mengaplikasikannya.

Salah satu tokoh yang hadir, H. Lalu Mujitahid, mantan Bupati Lombok Barat,  menyampaikan masukan kepada pasangan Zul-Rohmi. Ia ikut merancang RPJMD NTB, memuji gagasan dan program-program unggulan NTB Gemilang, yang menurutnya luar biasa. Namun dalam perjalanan awal ini, Miq Muji sapaan akrabnya menyayangkan bahwa program-program itu belum banyak diketahui masyarakat.

Menurutnya, hal itu disebabkan faktor etos kerja dan jiwa wirausaha masyarakat, khususnya kaum muda masih sangat rendah.

“Contohnya para pedagang kuliner dan asongan di Cakra dan Bertais, sangat sedikit penduduk asli Sasak atau pribumi NTB. Hanya hitungan jari saja jumlahnya, kalaupun ada, hanya jualan ayam taliwang dan nasi puyung,” ungkapnya.

Karenanya perlu ada gerakan dari bawah untuk mendukung cita-cita besar mewujudkan NTB Gemilang, sehingga bisa bersaing di kancah nasional maupun global. Miq Muji,  mengusulkan kepada Gubernur agar koperasi dan UMKM, terus diperkuat sebagai pioneer dalam melaksanakan program industrialisasi produk-produk NTB.

Atas berbagai masukkan dan keluhan tersebut, Gubernur Dr. Zul menyampaikan terima kasih dan mengapresiasinya. Menurutnya, tugas pemerintah sebenarnya lebih kepada menfasilitasi, mendorong dan mengarahkan atau mengatur secara regulasi. Sedangkan terkait permodalan, pengembangan ekonomi dan bisnis, merupakan porsi tugas dari dunia usaha.

“Kalau generasi muda kita masih berorientasi hanya ingin menjadi PNS, menjadi dokter dan pegawai pemerintah saja, maka etos kerja dan semangat wira usaha sulit diwujudkan. Gak bakalan mau jadi pengusaha,” tegasnya. (LI)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com