NTB Ajang Kompetisi Wisata Halal Nasional

Mataram, LombokInsider.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah menyiapkan diri untuk mengikuti ajang Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. Salah satunya adalah dengan mengadakan pertemuan tim kampanye digital pada Sabtu (2/7) di Mataram.

“Kami merasa optimis bahwa pada 2016 ini Lombok dan Sumbawa akan menjadi pusat perhatian di ajang bergengsi kompetisi pariwisata halal nasional ini,” kata Drs H. Affan Ahmad, Plt Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB.

Optimisme Affan ini didasarkan pada prestasi sebelumnya yang telah diraih oleh Lombok sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang tingkat dunia pada 2015.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 45 aktivis digital, dibahas tentang strategi kampanye yang akan diterapkan untuk meraih kemenangan dalam ajang kompetisi wisata halal nasional ini. “Kita telah berpengalaman memenangkan ajang serupa di tingkat internasional, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memenangkan ajang nasional ini,” kata JN Wirajagat, Direktur Eksekutif BPPD NTB.

Drs H. Affan Ahmad, Plt Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB

Drs H. Affan Ahmad, Plt Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB (kanan)

Kompetisi Nasional

Sebagai persiapan Indonesia untuk mengikuti ajang World Halal Travel Awards 2016, Kementerian Pariwisata menggelar Kompetisi Halal Tingkat Nasional 2016 agar bisa mempertahankan tiga gelar internasional yang telah dicapai pada 2015 yakni Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination, Lombok, Indonesia sebagai The World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan Sofyan Hotel sebagai The World’s Best Family Friendly Hotel.

Untuk mempertahankan award bergengsi tersebut Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam World Halal Travel Awards 2016 mendatang. Untuk ini sebagai persiapan di antaranya dengan menyelenggarakan Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional 2016 yang akan berlangsung 13 Juni hingga 7 Agustus 2016.

Dalam penyelenggaraan kompetisi pariwisata halal tingkat nasional 2016, terdapat 14 kategori perlombaan yakni:

  1. Kategori Penerbangan Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  2. Kategori Airport Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  3. Kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  4. Kategori Hotel Luxurious Ramah Wisatawan MuslimTerbaik
  5. Kategori Apartemen Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  6. Kategori Resort Pantai Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  7. Kategori Biro PerjalananWisataHalal Terbaik;
  8. Kategori Website Travel Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  9. Kategori Perusahaan Kapal Pesiar Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  10. Kategori Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan MuslimTerbaik;
  11. Kategori Operator Haji dan UmrohTerbaik;
  12. Kategori Destinasi Wisata Halal Terbaik
  13. Kategori Destinasi Kuliner Halal Terbaik; dan
  14. Kategori Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim.

 

Hasil Survei LombokInsider.com

Dari hasil survei sederhana yang dilakukan oleh LombokInsider.com yang diterbitkan pada 19 Juni 2016, secara keseluruhan responden melihat bahwa NTB baru 50% siap untuk menyambut wisata halal. Ini bukanlah hasil yang buruk karena ini bisa dikatakan sebagai rona awal keadaan wisata halal NTB apa adanya sebelum program-program besar pembenahan dilakukan oleh pemerintah dan pelaku usaha.

Meskipun begitu, ada dua variabel yang menurut responden tidak atau belum siap. Inilah dua pekerjaan rumah yang harus digarap oleh pemerintah dan para pelaku wisata NTB.

Pertama, destinasi-destinasi halal di NTB dipandang oleh 75% responden sebagai masih ada kegiatan-kegiatan yang tidak halal. Responden juga mempertanyakan bagaimana mengawasi kegiatan-kegiatan yang tidak halal ini. Kita semua mahfum apa saja kegiatan yang tidak halal tersebut dan itulah tantangan terbesar kita.

Kedua, variabel penyediaan sarana dan layanan rekreasi yang mempertimbangkan privasi misalnya kolam renang atau pantai yang terpisah antara perempuan dan laki-laki dipandang belum atau tidak siap oleh hampir 80% responden. Kenyataannya memang belum ada pantai atau kolam renang yang menyediakan tempat yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Kami melihat pemerintah sudah mulai merintis hal ini di Pantai Meninting, Lobar dan di Kawasan Mandalika, Loteng. (LI/SP/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono