Rakor MICE di Bali 2

LombokInsider.com – Produk wisata meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) masuk dalam lima teratas (top five contributors) dalam dalam mendatangkan wisatawan asing, selain  wisata belanja dan kuliner; wisata heritage & religi; wisata bahari; dan wisata olahraga. Selain itu pertumbuhan dan daya saing MICE Indonesia di tingkat global juga harus meningkat sehingga Kementerian Pariwisata menargetkan pertumbuhan MICE ditingkatkan dari 5% poada 2016 menjadi 10% pada 2019 mendatang.

“Pemerintah telah menempatkan MICE sebagai produk unggulan pariwisata nasional karena kontribusinya  terhadap kunjungan wisman sangat signifikan, dan mendorong peningkatan perjalanan wisnus cukup besar,” kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Tazbir saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/ Event) Lintas Kementerian/Lembaga yang berlangsung di Hotel Grand Mega Bali, Rabu (10/8).

Dijelaskannya, rapat koordinasi ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi lintas Kementerian/Lembaga  untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi MICE kelas dunia sekaligus mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang tahun 2016 ini menargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara.

MENINGKAT. Peran wisata MICE dalam mendatangkan wisatawan terus ditingkatkan.

MENINGKAT. Peran wisata MICE dalam mendatangkan wisatawan terus ditingkatkan.

Peringkat 8 APAC

Menurut data ICCA (International Congress and Convention Association), Indonesia berada di posisi 42 dunia dan berada di ranking 12 untuk kawasan Asia Pasifik (Aspas), meningkat 8 posisi di kawasan Aspas dengan jumlah event yang juga meningkat dari sebanyak 76 event menjadi 150 event pada tahun 2019. Kontribusi MICE terhadap peningkatan kunjungan wisman dan pergerakan wisnus serta perolehan devisa juga akan meningkat signifikan, diproyeksikan devisa mencapai US$ 2,5 miliar, kondisi ini akan menjadikan sektor pariwisata layak sebagai penggerak perekonomian nasional.

Pada kesempatan ini Tazbir mengharapkan, kegiatan Rakor MICE akan menjadi langkah awal konkret dari komitmen pemerintah dalam memprioritaskan pengembangan pariwisata serta mendapatkan standar dan prosedur dalam menjalankan kegiatan MICE, sehingga dapat berjalan sesuai dengan  harapan dan terjadi sinkronisasi antar pelaku kegiatan MICE, baik di daerah, pusat, dan dalam negeri agar dapat memenangkan persaingan bisnis MICE di kawasan ASEAN maupun Asia Pasifik.

Tazbir mengatakan kegiatan MICE dalam negeri terus meningkat  terutama di lingkungan  korporasi  atau bisnis  dan  pemerintahan baik yang diselenggarakan sendiri maupun diserahkan kepada event organizer  atau PCO (Professional Conference Organizer). “Peningkatan kegiatan MICE dalam negeri ini telah menciptakan peluang pasar yang besar bagi para PCO di Tanah Air. Pangsa pasar di dalam negeri yang tumbuh besar menjadi kekuatan untuk memenangkan bisnis MICE global utamanya di kawasan Aspas,” kata Tazbir.

Rakor MICE menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi dan  akademisi antara lain: Ketua Umum DPP INCCA (Indonesia Congres and Convention Association), Iqbal Alam Abdullah yang memaparkan materi “Pengembangan Destinasi MICE di Indonesia”, serta akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali, Ketut Arjaya yang memaparkan “Corporate Meetings and Incentives”. Rakor diikuti sekitar 150 peserta, yang antara lain terdiri dari perwakilan Kementerian dan Lembaga,  pelaku bisnis pariwisata, asosiasi pariwisata (INCCA, INACEB, ASITA, PHRI, HPI, dan ASPERAPI) , Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali, BAPPEDA Provinsi Bali dan BAPPEDA tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali, akademisi, media, serta pejabat dan staf di lingkungan Asdep Pengembangan Segmen Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono