Upaya sungguh-sungguh pemerintah untuk mengembangkan Lombok Sumbawa sebagai destinasi halal terus digalakkan. Kali ini aspek penyiapan sumber daya manusia yang digarap dengan menyelenggarakan lokakarya pemandu wisata berbahasa Arab.

“Pengembangan sumber daya manusia adalah salah satu elemen penting yang perlu untuk terus ditingkatkan dalam rangka mendukung percepatan pembangunan pa

Kerjasama lakukan lokakarya pramuwisata berbahasa Arab untuk siapkan SDM wisata halal di NTB. Prof Dr HM Ahman Sya (tengah) berpose dengan Taufan Rahmadi (kiri) dan Miasa Takeda (kanan)

Kerjasama lakukan lokakarya pramuwisata berbahasa Arab untuk siapkan SDM wisata halal di NTB. Prof Dr HM Ahman Sya (tengah) berpose dengan Taufan Rahmadi (kiri) dan Miasa Takeda (kanan)

riwisata di sebuah destinasi, salah satunya adalah dengan mengadakan Lokakarya Pemandu Wisata Budaya dan Bahasa Arab yang akan dilakukan pada 13-18 Mei 2016 di Lombok ,” kata Prof. Dr. H.M. Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran Tim dari Kementrian Pariwisata dan Perwakilan dari HPI NTB Miasa Takeda, Selasa (10/5).

Dalam lokakarya ini para peserta selain akan mendapat paparan teoretis dari para narasumber yang berpengalaman juga akan diajak praktek lapangan dengan mengunjungi beberapa obyek wisata di Lombok, jelas Ahman Sya.

Lokakarya ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia bekerjasama dengan Himpunan Pramuwisata Nusa Tenggara Barat. “Kami menyambut positif apa yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata karena memang kebutuhan pramuwisata yang mampu berbahasa Arab sangat diperlukan dalam menyambut kedatangan wisatawan Timur Tengah ke Lombok yang terus meningkat. Apalagi Pulau 1000 Masjid ini telah terpilih sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination,” kata Miasa Takeda, Pramuwisata Senior NTB.

Persyaratan Ketat

Peserta yang mengikuti lokakarya ini benar-benar akan diseleksi secara ketat. Ada tiga syarat utama bagi peserta lokakarya. Pertama, peserta memang memiliki kemampuan dasar secara aktif dalam menggunakan Bahasa Arab . Kedua, peserta memang memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi pramuwisata setelah mengikuti lokakarya. Ketiga, peserta memiliki kesiapan untuk terus mengikuti program selama 6 hari tanpa absen, jika absen , maka dengan otomotis peserta dinyatakan gugur dan tidak berhak untuk mendapatkan sertifikat lokakarya ini dari Kementerian Pariwisata.

“Para peminat yang tidak mendapat tempat pada lokakarya tahap pertama ini, tidak perlu khawatir karena akan diadakan lokakarya tahap berikutnya,” jelas Ahman Sya. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono