PENDIDIKAN. Mahasiswa baru di Poltekbar Lombok.

Bali, LombokInsider.com – Pada 2015 daya saing SDM pariwisata Indonesia di tingkat Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) masih berada di peringkat 5 di bawah Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Sedangkan di tingkat dunia, Indonesia berada di peringkat 53 dari 141 negara atau jauh tertinggal dari Singapura di peringkat 3 dan Filipina di peringkat 42 dunia.

“Sumber daya manusia (SDM) pariwisata Indonesia masih lemah dalam tiga hal yakni penguasaan bahasa asing terutama Inggris, teknologi informasi (IT), maupun manajerial. Untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata kita, tiga hal  ini menjadi  fokus perhatian,” kata  Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (BPKK) Kementerian Pariwisata, Rabu (3/8) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia di Hotel Golden Tulip Bay View Ungasan, Badung, Bali.

PENINGKATAN. Suasana perkuliahan mahasiswa baru di Poltekpar Lombok. (Foto: Poltekpar Lombok)

PENINGKATAN. Suasana perkuliahan mahasiswa baru di Poltekpar Lombok. (Foto: Poltekpar Lombok)

Rakornas yang mengangkat tema Peran Aktif Perguruan Tinggi Pariwisata dalam Pencapaian Target 20 Juta Kunjungan Wisman Tahun 2019 yang dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya tersebut berlangsung selama tiga hari dari 3 hingga 5 Agustus 2016. Rakornas membahas sejumlah agenda utama seputar komitmen para stakeholder lembaga pendidikan pariwisata dalam membangun Sumber Daya Manusia di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Rakornas kali ini merupakan sarana evaluasi dan tindak lanjut Kesepakatan Bersama dari Rakornas Pendidikan Tinggi Pariwisata pada tahun 2015.

Sertifikasi Profesi

Menurut Ahman Sya, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM pariwisata yang tahun ini diwujudkan dalam program kegiatan antara lain  memfasilitasi kegiatan sertifikasi  bagi  35.000 tenaga kerja  sektor pariwisata.  Angka ini mengalami kenaikan 100% dari target tahun 2015 yang lalu sebanyak 17.500 tenaga kerja.

Selain itu Kemenpar  juga melakukan program kegiatan memfasilitasi pendirian Lembaga Sertikasi Profesi (LSP) bidang pariwisata di 34 provinsi serta pelatihan dasar pariwisata untuk  17.600 orang di seluruh Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan yang pada tahun 2019 mentargetkan kedatangan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

“Pelatihan dasar pariwisata antara lain berupa pemberihan pemahaman dan  pelatihan penerapan Sapta Pesona (keamanan, ketertiban, kebersihan, kenyamanan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan) bagi SDM pariwisata sebagai  kunci utama dalam menciptakan pelayanan prima bagi wisatawan dalam rangka peningkatan daya saing,” kata Ahman Sya.

Ditambahkannya, pemerintah telah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector karena industri jasa ini menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja yang besar. Tahun ini target pariwisata mendatangkan 12 juta wisman dan 260 juta pergerakan wisnus serta akan menghasilkan devisa sebesar Rp 172,8 triliun dan  menyerapkan 11,7 juta tenaga kerja.

Rakornas Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia diikuti 400 peserta dari perwakilan Perguruan Tinggi Pariwisata seluruh Indonesia, perwakilan Kementerian/Lembaga yang terkait. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono