Peletakan batu pertama pembangunan masjid agung Mandalika, Sabtu (10/9).

Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah) bersama Sekda Provinsi NTB, Rosiadi H Sayuti (3 kanan) bersama Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer (kiri) saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Mandalika di Lombok Tengah, Sabtu (10/9).

 

Mandalika, LombokInsider.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) merencanakan untuk membangun  berbagai infrastruktur dasar dan utilitasnya untuk KEK Mandalika sebesar Rp 3,3 triliun.

“Kami optimistis dengan dukungan semua pihak termasuk sinergi antar BUMN, pengembangan kawasan Mandalika akan berjalan sesuai yang direncanakan. Destinasi wisata unggulan ini diharapkan akan memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar lokasi wisata terutama guna mendorong pengembangan ekonomi lokal,” kata Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Mandalika, Sabtu (10/9) di Lombok Tengah.

Peletakan batu pertama pembangunan masjid senilai Rp28 miliar ini dilakukan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno, Sekda NTB H. Rosiady Sayuti, Bupati Lombok Tengah M Suhaili FT didampingi oleh jajaran direksi ITDC. Masjid ini kelak bisa menampung sekitar 1500 orang yang terdiri 1000 orang di area dalam dan 500 orang di area selasar.  Konsep bangunan mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal dari Masjid Bayan dan bangunan adat Desa Beleq Sembalun yang dikemas dengan desain yang modern serta eco-friendly, yakni memanfaatkan penerangan menggunakan cahaya matahari dan angin sebagai pendingin alami. Konsep masjid berwawasan lingkungan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam beribadah.

Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer menjelaskan, pembangunan masjid ini merupakan salah satu bentuk peran ITDC dalam melestarikan peninggalan sejarah dan budaya masyarakat Lombok. Selain sarana ibadah, masjid ini juga dilengkapi dengan pusat edukasi, bangunan serba guna dan area plaza yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar.

“Pembangunan masjid ini merupakan tonggak awal pembangunan seluruh infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan KEK Mandalika,” ujar Abdulbar.

Infrastruktur Dasar

Terkait infrastruktur dasar, pada saat ini ITDC tengah melakukan pembangunan jalan sepanjang 11 km di dalam kawasan KEK Mandalika. Perseroan juga sedang membangun fasilitas pengolahan air bersih dengan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) yang saat ini bangunan induknya sudah selesai dikerjakan dan segera memasuki tahap uji coba seiring dengan pembangunan hotel-hotel di Mandalika.

Sementara untuk pembangunan pembangkit listrik, perseroan telah menyiapkan lahan seluas 60 hektar (ha) sebagai lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mandalika. PLTS tersebut diharapkan bisa rampung pada satu tahun ke depan, sehingga pada 2017 sudah bisa mengaliri listrik di KEK Mandalika.

Untuk mendorong percepatan pembangunan KEK Mandalika, ITDC juga menggandeng BUMN-BUMN lain baik yang bergerak di bidang infrastruktur maupun keuangan. Melalui sinergi antar BUMN tersebut, ITDC optimistis percepatan pembangunan KEK Mandalika akan terlaksana sesuai rencana. (LI/KM/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono