Gusti Lanang Patra Ketua PHRI NTB

Mataram- Lombokinsider.com – Tingkat pertumbuhan hotel yang melebihi tingkat pertumbuhan penghunian kamar dikhawatirkan akan merugikan pengusaha perhotelan. Karena pemerintah daerah perlu membatasi izin pendirian hotel.

“Ini yang menyebabkan okupansi hotel menurun, karena jumlah dan kamar hotel yang terlampau banyak. Saat ini pertumbuhan hotel di Kota Mataram sudah mencapai 30-40 persen setahun, sedangkan angka kenaikan kunjungan wisatawan hanya 10-20 persen per tahun,” kata I Gusti Lanang Patra Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran (PHRI) NTB periode 2011 – 2016.

“Kita sebenarnya tidak ingin terpuruk sekali dengan banyaknya hotel yang terbangun. Tetapi kalau terus diberi izin tentu akan menyulitkan,” imbuhnya.

Selain persoalan bertambahnya jumlah hotel dan kamar, kata Lanang, masih minimnya jumlah frekuensi penerbangan yang menuju Bandara Internasional Lombok juga ikut berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

“Mestinya penerbangannya juga diperbanyak. Syukurnya sekarang sudah ada kebijakan bebas visa kunjungan untuk wisman, semoga dengan hal ini kunjungan wisatawan terus bertambah,” katanya.

Percepatan Pertumbuhan Pariwisata

Dengan pengalamannya yang sudah hampir 24 tahun di bidang pariwisata khususnya perhotelan, Gusti Lanang memandang perlunya dilakukan percepatan pertumbuhan industri pariwisata NTB agar bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Gusti Lanang yang akan segera mengakhiri kepemimpinanannya di PHRI NTB mengharapkan PHRI dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

“PHRI perlu terus menjalin kerjasama dengan pelaku pariwisata lainnya untuk peningkatan percepatan pariwisata NTB, sehingga lebih maju dan berkembang dengan indikasi yaitu meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung baik domestik maupun mancanegara,” kata Gusti Lanang, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai sekretaris dan wakil ketua PHRI NTB.

Hotel Lombok Raya, Mataram

PHRI selalu memperjuangkan hak dan kepentingan anggota. Hotel Lombok Raya, Mataram.

Selama memimpin PHRI NTB, Gusti Lanang berpandangan bahwa PHRI sebagai organisasi industri selalu memperjuangkan hak dan kepentingan anggota. Selain itu, PHRI juga terus membantu anggota menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul di lapangan. “Kami memperjuangkan hak dan kepentingan anggota yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah jangan sampai ada yang merasa dirugikan,” jelas Gusti Lanang.

PHRI juga membantu mempromosikan keberadaan para anggota PHRI dan membantu menyelesaikan masalah-masalah internal pengusaha perhotelan dan karyawannya,” tambah Gusti Lanang.

Kesibukannya sebagai ketua PHRI sekaligus General Manager untuk dua hotel berbintang di Mataram yakni Hotel Lombok Raya dan Hotel Lombok Garden, membuatnya harus pandai-pandai mengatur waktu. “Ya saya harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin, tapi kan saya tidak kerja sendiri karena banyak teman yang membantu,” ungkap Gusti Lanang.

Kepedulian Lingkungan

“Kami di PHRI juga sangat memerhatikan agar pembangunan hotel dan restoran baru harus memerhatikan aspek lingkungan. Kami mengapresiasi niat pemerintah daerah yang hendak mengatur standardisasi konstruksi bangunan sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), agar tidak mengganggu perencanaan pembangunan daerah sehingga bisa terarah dan komprehensif,” kata lulusan Universitas Mataram 1988 ini.

“Regulasi itu baik adanya, dan kami pengelola hotel dan restoran akan selalu berupaya mengelola hotel yang berbasis lingkungan,” ujarnya. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono