bulan budaya lombok sumbawa

Mataram, LombokInsider.com – Sebanyak 28 even akan meramaikan ajang Bulan Budaya Lombok Sumbawa (BBLS) II dari 17 Agustus sampai 18 September dengan peserta dari 10 kabupaten dan kota di Provinsi NTB serta empat peserta dari luar NTB.

“Peserta dari luar NTB adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Banyuwangi Banyuwangi, Kota Makassar dan Palembang,” kata HL Moh. Faozal Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata NTB, dalam jumpa pers Kamis (11/8). dikantornya.

Faozal menjelaskan bahwa acara tahunan BBLS dilaksanakan guna membangun kembali kearifan lokal seni dan budaya NTB dan juga bagian dari promosi pariwisata. “BBLS ini sekaligus sebagai wujud untuk membangun kembali kesenian dan kebudayaan daerah yang sudah banyak ditinggalkan bahkan dilupakan terutama oleh generasi muda,” lanjut Faozal.

“Selain itu BBLS diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang sedang dan akan berkunjung ke NTB, sehingga target pencapaian kunjungan wisnu dan wisman sebanyak 3 juta orang dapat tercapai pada 2016 ini,” tegas Faozal, seraya menambahkan bahwa hingga saat ini kunjungan wisatawan ke NTB sudah mencapai 1,5 juta orang lebih dari bulan yang tersisa ditambah dengan adanya BBLS ini diharapakan target dapat tercapai.

LEBIH MENARIK. Jumpa pers acara BBLS kedua digelar Kamis (11/8).

LEBIH MENARIK. Jumpa pers acara BBLS kedua digelar Kamis (11/8).

Penyelenggaran Lebih Baik

Rangkaian kegiatan BBLS meliputi Festival Seni Anak di Taman Budaya, Atraksi Robot dari International Islamic School Robot Olympiade di Lombok Epicentrun Mall, Parade Budaya NTB dan Nusantara, Tenun Fashion Carnival, Cidomo Carnival depan Pendopo Gubernur NTB, Gelar Seni Kabupaten se-NTB di Taman Sangkareang, Lombok Inframe dan Instameet di Gili Sudak, Pameran Ekonomi Kreatif (tenun, bambu, perak, ketak, gerabah, mutiara, obat tradisional, festival kuliner dan lomba tata sajinya) di Jalan Udayana.

Acara lainnya adalah Host Vaganza di UNRAM, Jambore Seni Pelajar di Museum NTB, Gelar Seni Rupa (pameran lukisan, art performance, seni instalasi) di Taman Budaya, Permainan Rakyat (Peresean, Begasingan dan Belanjakan) di Abian Tubuh, Karang Pule dan Masbagik, Lomba Cilokaq di Museum NTB, Teater Modern di Taman Budaya, Pelbagai Festival seperti (Perkusi (Taman Budaya), Kaliantan Kite (Kaliantan Lotim), Rudat (Karang Genteng), Tunaq/Jambore kebersihan (Tunaq Loteng), Mantar Paragliding (Mantar KSB), Paer Leneq (Leneq Lotim), Lombok City Center (LCC) dan Senggigi).

Yang tak kalah menariknya adalah acara Dialog Budaya dan Lombok Blogger akan dilaksanakan di Hotel Santika, Pentas Seni Lintas Etnik (Tionghoa, Bali, Jawa, Kalimantan, NTT, Arab, Sunda, Sumatera dll) di Pantai Ampenan, Pentas Seni Religi (Hadrah, Marawis, Rebana Burdah dan Lima, Zikir Zaman, Qosidah dll) Pacoa Jara (pacuan kuda) di Bima, International Halal Tourism Forum, Lombok Sumbawa Mewarnai di Pendopo Gubernur, Jambore Sosmed (Lombok Sumbawa Sosmed) di Gili Sudak.

“Kita berharap BBLS dengan biaya Rp2,1 miliar tahun ini akan lebih baik dan meriah dibandingkan tahun lalu, di mana gaungnya sangat didukung dengan situasi yang ada saat ini dimana Lombok menjadi Destinasi Wisata Halal Nasional dan Internasional sekaligus akan menjadi tuan rumah Halal Travel Fair,” kata Faozal.

Disambut Baik

Sementara itu Plt. Ketua Badan Promosi Pariwisata (BPPD) NTB, H. Afan Ahmad yang juga hadir mengatakan bahwa BPPD telah bersinergi dengan Dinas Budpar dalam setiap promosi pariwisata. “Kami di BPPD fokus pada branding tingkat Nasional dan Internasional, sedang Dinas di tingkat lokal. Berkaitan dengan Lombok sebagai halal destinasi kami telah memanfaatkan momen MTQN kemarin sebagai ajang promosi, diharapkan juga dengan BBLS ini ribuan wisatawan dapat terjaring, dimana mereka dapat menikmati atraksi budaya di destinasi wisata yang sedang mereka kunjungi di NTB,” ungkap Afan.

Menurut Afan Ahmad BPPD dan Dinas Budpar sudah berada pada jalurnya masing-masing di mana setiap program yang dilaksanakan telah dikonsultasikan sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Demikian juga dengan Ketua PHRI, I Gusti Lanang Patra yang ikut hadir pada jumpa pers tersebut mengatakan bahwa wisata budaya semacam ini sangat bagus efeknya bagi pariwisata NTB. “Hal ini sangat tepat dilakukan sebagai penyeimbang wisata alam, karena NTB sudah sangat masyur wisata alamnya, sehingga yang harus lebih ditonjolkan saat ini wisata seni dan budaya,” kata Lanang.

Lanang berpendapat bahwa dengan BBLS akan dapat mengangkat kembali beberapa sanggar seni dan budaya NTB yang sebelumnya sudah mulai redup, sehingga mereka akan merasa lebih dihargai dan kembali bergairah untuk berprestasi.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono