Pesona Lombok Sumbawa

Mataram, Lombokinsider.com – Industri pariwisata yang sedang mengalami perkembangan cukup pesat mendorong pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).  Salah satu tujuan dibentuknya BPPD adalah untuk membantu mempromosikan pariwisata melalui sebuh lembaga yang mandiri.

“Selain itu, BPPD juga bertugas untuk mengembangkan riset dan destinasi wisata, menggaet investor untuk berinvestasi di Lombok dan Sumbawa dengan cara melobinya, sebagai jembatan antara pemerintah dan investor, dan melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku pariwisata,” kata Dr. H. Ainuddin, SH. MH, Wakil Ketua BPPD NTB.

Namun, promosi pariwisata bukanlah tugas BPPD semata. “Pengembangan pariwisata NTB adalah tanggung jawab bersama dari semua pihak terkait, baik masyarakat, pelaku pariwisata,” ungkap Ainuddin yang juga menjabat ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia NTB.

Target 3 Juta Wisatawan

Target pemerintah Provinsi NTB untuk 2016 ini adalah 3 juta kedatangan wisatawan ke NTB. Sampai Mei ini sudah tercapai hampir 2 juta kedatangan wisatawan.

“Untuk mencapai target 3 juta kunjungan wisatawan, kami di BPPD telah melakukan beberapa promosi kreatif seperti Tambora Menyapa Dunia dan Pesona Lombok Sumbawa. Semuannya itu tidak lain adalah untuk menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke NTB,” imbuh Ainuddin, kelahiran Pancor, Lombok Timur.

Menurut Ainuddin, industri pariwisata merupakan industri yang berbasis masyarakat dan memiliki andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Karen itu seluruh lapisan masyarakat dengan potensi masing diharapkan ikut serta dalam memajukan pariwisata NTB,” tegas Ainuddin.

Potensi Besar

Sementara itu Uji Gaffar, Direktur Promosi BPPD NTB mengatakan, NTB memiliki potensi wisata yang begitu banyak mulai dari pantai, sungai, gunung, pulau kecil, budaya sampai peninggalan-peninggalan bersejarah. “Nah, potensi-potensi ini harus kita optimalkan agar hasilnya dapat dinikmati bersama. Apalagi Lombok menjadi salah satu destinasi wisata halal, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung hal ini dengan lebih meningkatkan kualitas dirinya untuk menyambut para wisatawan,” kata Uji Gaffar.

Pariwisata juga menjadi multiplier effect yang jika masyarakat dan pemerintah bisa melihat celah-celah yang ada maka industri lain pendukung pariwisata juga akan ikut berkembang. “Kami di BPPD juga memanfaatkan kemajuan teknologi digital saat ini untuk mempromosikan pariwisata NTB, seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram

Dr. H. Ainuddin, SH. MH, Wakil Ketua BPPD NTB

Dr. H. Ainuddin, SH. MH, Wakil Ketua BPPD NTB

dan sebagainya. Media-media ini terbukti ampuh sebagai sarana promosi,” ungkap Uji, yang juga menjabat wakil ketua Humas di HPI NTB. (LI/AA)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono