Anugerah Pesona Bahari 2016

Abdullah Leurima (kanan) saat menerima piala Anugerah Pesona Bahari 2016 dari Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) padaSelasa (30/8) di Jakarta.

 

Jakarta, LombokInsider.com – Melalui tulisannya yang berjudul Berdamai dengan Ikan di Perairan Koon Maluku, Abdullah Leurima wartawan Radio Republik Indonesia (RRI), Bula, Seram Bagian Timur dan kontributor Kilas Maluku meraih Anugerah Pesona Bahari 2016 yang diserahkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata,  Selasa  malam (30/8).

Dengan tulisannya yang indah dan panjang ini, Abdullah Leuria menyisihkan 367 tulisan peserta Lomba Menulis Wisata Bahari yang berhadiah total Rp 500 juta. Wartawan kelahiran Ambon, 1974, yang sarjana perikanan ini berhak atas piala dan uang tunai Rp100 juta.

Pemberian penghargaan kepada pemenang lomba menulis wisata bahari untuk kedua kalinya ini sebagai apresiasi terhadap karya tulis para wartawan yang turut serta mempromosikan kepariwisataan nasional, khususnya wisata bahari yang ditetapkan sebagai program unggulan kepariwisataan nasional dalam rangka mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) di tanah Air pada 2019 mendatang.

Menpar Arief Yahya mengatakan, potensi wisata bahari Indonesia yang sedemikian besar belum  menghasilkan kunjungan wisman  yang maksimal.  “Saat ini hanya sekitar 1 juta wisman yang melakukan wisata bahari,   kita harapkan akan naik 4 kali lipat pada tahun 2019 mendatang.  Untuk ini perlu promosi yang gencar di antaranya melalui kegiatan lomba menulis yang diikuti para wartawan seluruh Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya  sesuai memberikan piala dan hadiah kepada pemenang lomba.

Menpar Arief Yahya mengatakan, kegiatan lomba ini untuk memacu para wartawan untuk lebih sering lagi menulis tentang pariwisata Indonesia, khususnya wisata bahari. Lomba menulis wisata bahari antar wartawan se-Indonesia ini sebagai sarana promosi yang efektif.

Melalui tulisan para wartawan peserta lomba, potensi wisata bahari yang dimiliki Indonesia akan lebih menggaung, termasuk daerah tujuan wisata bahari yang tersebar di seluruh pelosok tanah air dapat terpromosikan.  “Selain itu, diharapkan kegiatan ini bisa meningkatnya peran wartawan media massa nasional maupun daerah secara berkesinambungan menjadikan informasi pariwisata sebagai rubrik yang selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional,” kata  Arief Yahya.

Menurut Ketua Panitia Lomba, Tri Wibowo,  Lomba Menulis Wisata Bahari ini selaras dengan konsep Nawacita, Presiden Joko Widodo yang salah satunya menitik beratkan pembangunan maritim Indonesia. “Lomba ini diharapkan juga menjadi momentum untuk membangkitkan Indonesia sebagai poros maritim  dunia. Menuju kesana perlu dibangkitkan dulu semangatnya di dalam negeri melalui tulisan di media massa agar masyarakat tergugah,”  kata Tri Wibowo. (LI/KM)

 

Berdamai Dengan Ikan di Perairan Koon Maluku

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono