Peluncuran wisata halal oleh ASITA NTB.

Gili Nanggu, Gili Kedis dan Gili Sudak Jadi Andalan

Mataram, LombokInsider.com – Pengembangan wisata halal di Provinsi Nusa Tenggara Barat memasuki babak baru yang paling penting dan kongkret dengan diluncurkannya paket wisata halal oleh Asosiasi Agen Wisata dan Perjalanan Indonesia (ASITA) NTB di Hotel Golden Palace Mataram, Sabtu (4/6).

“Paket wisata yang kami luncurkan adalah paket 4 hari 3 malam dengan pelbagai variasi rute sesuai kreasi masing-masing agen perjalanan, namun pada hari terakhir wisatawan akan dibawa mengunjungi tiga gili di selatan Lombok yakni Gili Nanggu, Gili Kedis dan Gili Sudak,” kata .

“Intinya kami dari ASITA sebagai penjual produk siap mendukung penuh pemerintah dari pusat dan daerah untuk mempromosikan NTB sebagai yang terbaik pada destinasi halal dan bulan madu halal,” tambah Dewantoro.

Pengalaman Malaysia

ASITA juga telah menjalin kerjasama dengan MATTA (Malaysian Association of Tour & Travel Agents) yang sudah lebih dulu mengembangkan pariwisata halal.

Ketua MATTA, Azri bin Abdul Razak, menjelaskan bahwa modal NTB sudah sangat banyak dari sumber daya alam yang indah, kuliner yang beragam juga budayanya. “Saya melihat NTB ini luar biasa, ada Islamic Center yang menjadi trade mark di kota Mataram, kuliner khas juga beragam dan orang Malaysia suka kuliner. Wisatawan yang berumur 50 tahun keatas memang biasanya menjadikan city tour sebagai tujuan mereka, kerajinan mutiara, gerabah, kain tenun, ragam budaya peresean dan lainnya,” ungkap Azri.

Menurut Azri, hotel dan resort mewah dengan pelayanan standar halal juga sudah banyak tersedia, ini sangat disukai tamu-tamu Malaysia dan Asia yang berumur kisaran 40 tahun, mereka memang gemar kemewahan dengan kualitas pelayanan tinggi, sambil belanja juga berjalan-jalan mengunjungi tempat wisata budaya yang ada ditempat yang tidak terlalu jauh dari pusat kota.

“Lain halnya dengan yang berumur di bawah 40 tahun, mereka lebih suka petualangan sehingga tujuan mereka antara Gunung Rinjani dan Tambora atau tempat-tempat lain yang mempunyai tantangan untuk mencapainya. Hampir diseluruh destinasi wisata di Lombok Sumbawa selalu ada tamu dari Malaysia,” kata Azri.

Dukungan Pemerintah

Wakil Gubernur NTB, H. Moh. Amin, SH., M.Si, mengatakan bahwa pemerintah memberikan apresiasi kepada ASITA dan seluruh pihak yang telah mendukung pariwisata NTB. “Untuk pariwisata NTB yang lebih maju memang kita harus bekerjasama, terima kasih untuk MATTA dari Malaysia, ASITA, PHRI, HPI dan juga seluruh pihak yang telah bekerja keras sejauh ini, terutama dari Kementerian Pariwisata,” jelas Amin.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Faozal mengatakan pengambangan wisata halal ini mendapatkan dukungan promosi dari pemerintah pusat dan juga dukungan dari perusahaan penerbangan. “Air Asia dengan kapasitas 180 seat 2x sehari dengan Airbus akan melayani rute Malaysia-Lombok, Garuda Indonesia siap melakukan penerbangan langsung dari Lombok Internasional Airport ke Jeddah, dan maskapai Emirates juga punya rencana yang sama,” jelas Faozal.

Asisten Deputi Kementrian Pariwisata Bidang Bisnis Pariwisata, Tasbir Abdullah mengatakan penjual produk seperti ASITA, PHRI dan yang lainnya, harus menjual paket wisata halal yang kompetitif. Kita ini baru pada tahap mengenalkan produk, sedang di Malaysia mereka sudah melewati tiga langkah di depan kita,” ungkap Tasbir. (LI/AA)

Gili Nanggu

Gili Nanggu ramai dikunjungi wisatawan.

Mushala Al Amin di Gili Nanggu

Mushala Al Amin di Gili Nanggu. Perlu dibangun masjid yang memadai di sini.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono