Ujian masuk Poltekpar Lombok

Mataram, LombokInsider.com – Sebanyak 197 peserta dari dalam dan luar provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengikuti ujian tulis dan ujian wawacara dalam rangka seleksi masuk Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Pariwisata Lombok Tahun Ajaran 2016/2017. Sebanyak 120 peserta dinyatakan diterima pada program di Program Studi D4 Pengaturan Perjalanan, D3 Seni Kuliner, D3 Tata Hidang, dan D3 Divisi Kamar.

Kelulusan para peserta tersebut dituangkan dalam Keputusan Direktur Politeknik Pariwisata Lombok Nomor: 05/KP.006/PPL/VII/2016 yang diumumkan pada Senin, 25 Juli 2017 yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Pariwisata Lombok H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., MSi.

WAWANCARA. Ujian wawancara di Poltekpar Lombok.

WAWANCARA. Ujian wawancara di Poltekpar Lombok.

Seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus harus melakukan daftar ulang. Selain kelengkapan administratif, para calon mahasiswa juga harus melunasi sumbangan pembinaan pendidikan sebesar Rp2.850.000 per mahasiswa.

Menjadi yang Terbaik di Indonesia

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, telah menyampaikan pesan agar pembangunan dan pengelolaan PNP Lombok ini harus lebih baik daripada Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali yang selama ini menjadi tolak ukur pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia.

“Bahkan Bapak Menteri meminta kita untuk menjadikan PNP Lombok ini setaraf pendidikan tinggi pariwisata di tingkat Asia Pasifik,” kata Drs Dewa GN Byomantara, M.Ed, Utusan Khusus Menteri Pariwisata.

Untuk mencapai  hal itu, PNP Lombok akan bekerjasama dengan ASITA, PHRI dan HPI untuk dapat membantu dalam mengevaluasi kurikulum yang akan diajarkan di perkuliahan nanti. Keterlibatan pemangku kepentingan ini sangat bermanfaat karena mereka memiliki pengalaman nyata di bidang masing-masing.

Untuk sementara waktu PNP Lombok akan menggelar proses belajar mengajar di kantor BIKD Jalan Pemuda, Mataram. “Berita bagusnya kami sudah mendapatkan hibah tanah seluas 23 hektar dari pemerintah di daerah Puyung, Lombok Tengah,” tegas Faozal.

‘’Melihat geliat positif perkembangan dunia pariwisata NTB, keberadaan Politekpar ini menjadi sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusianya yang handal di bidangnya masing-masing. Ini merupakan peluang yang sangat bagus bagi lulusan SMA atau sederajat yang ingin menekuni dunia pariwisata dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,’’ kata Faozal optimis.

Sedangkan Byomantara menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru PNP Lombok di Puyung nantinya akan mengadopsi konsep “Green Friendly Campus” atau kampus yang ramah lingkungan. “Kami sudah memiliki rancangan induknya dan akan mengadopsi unsur-unsur kearifan lokal dalam membangunnya,” ungkap Byomantara.

Byomantara yang akan menjadi pembina PNP Lombok ini mengatakan bahwa PNP Lombok akan membutuhkan 24 dosen dan 12 tenaga administrasi. “Politeknik Negeri Pariwisata Lombok ini akan menjadi kampus pariwisata kelima di Indonesia. Ini merupakan kesempatan baik buat masyarakat NTB,’’ imbuh Byo yang juga menjabat sebagai Direktur STP Nusa Dua Bali. (LI/KM).

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono