Praya, LombokInsider.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Istigosah bersama sejumlah tokoh agama, Kamis (10/8). Acara ini sekaligus menandai dimulainya pembangunan Kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok, di Desa Puyung, Jonggat, Lombok Tengah (Loteng).

Dukungan Pemkab dan Masyarakat

“Kami sangat mendukung pembangunan gedung Kampus Poltekpar ini, karena kehadiran Poltekpar dapat membuka wawasan dan pemahaman masyarakat terhadap pariwisata dalam rangka membangun daerah,” kata Bupati Loteng, Moh. Suhaili FT.

Suhaili mengatakan, keterlaluan jika masyarakat Loteng tidak mendukung, apalagi ini akan dijadikan percontohan dan kampus terbaik di Asia Tenggara. “Sudah semestinya kita dukung, sungguh malu rasanya jika kita teriak, apalagi menolak. Mari dukung demi masa depan kita bersama,” tegasnya.

Senada dengan Bupati, Deputi Pengembangan Kelembagaan dan SDM Kemenpar RI, Prof. Dr. H. Ahman Sya, juga menjelaskan bahwa apa yang menjadi keputusan untuk segera melakukan pembangunan ini telah melalui proses yang begitu panjang dan berliku, sehingga dia berharap seluruh pihak untuk mendukung pembangunan Poltekpar ini.

Kemajuan Pariwisata NTB

“Dengan semakin berkembangnya pariwisata di NTB, Kemenpar melihat potensi yang sangat besar, sehingga Lombok khususnya dipilih menjadi 10 destinasi prioritas,yakni daerah KEK Mandalika di Kuta, Loteng,” katanya.

Ia menambahkan, Lombok saat ini memang sudah sangat terkenal, karena memiliki keindahan alam, gunung, pantai, seni-budaya dan ini sangat diminati oleh wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) dan mancanegara.

Ahman mengatakan bahwa dengan dibangunnya Poltekpar Negeri Lombok ini dipastikan akan memberikan multi efek yang positif, khususnya bagi perkembangan dan kemajuan pariwisata Lombok-Sumbawa, serta perekonomian daerah.

“Masyarakat Lombok Tengah semestinya bangga dan mendukung, bukannya malah menolak,” tegas Ahman Sya, yang hadir mewakili Menpar Arief Yahya.

Menurutnya saat ini pariwisata telah menduduki peringkat kedua, penyumbang devisa terbesar untuk negara setelah kelapa sawit, kemudian disusul oleh minyak bumi dan gas serta batubara, di peringkat tiga dan empat.

Sementara Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin yang juga hadir pada groundbreaking tersebut, berharap agar pembangunan awal Poltekpar ini bisa berjalan lancar dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena terkait dengan SDM.

“Mari kita bangun pariwisata NTB menjadi lebih baik dan maju, melalui pembangunan SDM kepariwisataan yang ada,” ajak Amin.

Seperti diketahui pembangunan tahap awal Kampus Poltekpar Negeri Lombok ini menyerap anggaran hingga Rp130 Miliar, yang dananya berasal dari APBN 2017, bantuan dari Kemenpar RI. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com