Giri Menang, LombokInsider.com – Sebagai bagian dukungan dari pelaku industri pariwisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB dan Indonesian Hotel General Manager Associaton (IHGMA) Lombok mengadakan Kompetisi Masak antara hotel dan restoran yang ada di Lombok yang bertajuk “Taliwang Cooking Competition for Month of Love”. Acara ini berlangsung pada Minggu (12/2) di Qunci Villas & Resort, Jl. Raya Mangsit – Senggigi Km. 5, Batu Layar, Senggigi, Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Menurut Wedok Suprapti atau lebih dikenal dengan Wiwit, GM dari Qunci Villa & Resort, kompetisi ini merupakan bagian dari dukungan IHGMA dan PHRI untuk pariwisata halal dengan mempromosikan makanan tradisional Lombok yang bertaraf International.

SIBUK. Para Peserta dari Hotel dan Restoran di Lombok Sibuk Memasak Ayam Taliwang yang Dilombakan pada “Taliwang Cooking Competition” di Qunci Villas & Resort, Minggu (12/2).

Komitmen Membangun Pariwisata

“Kami dari IHGMA dan PHRI sangat senang dan bangga dapat mendukung terlaksananya kegiatan ini yang mana dapat mengangkat masakan khas Lombok, khususnya Ayam Taliwang untuk lebih dikenal lagi ditingkat Internasional,” jelas Wiwit yang juga Sekretaris IHGMA chapter Lombok, saat membuka kompetisi masak ini. Kompetesi ini diikuti oleh hotel berbintang dan restoran antara lain, Hotel Tugu, Golden Palace, Katamaran Resort, Sudamala Suite and Resort, Spicy dan Taliwang Kebon Radja Restoran. Seperti kompetisi masak yang lain, yang menjadi kriteria penjurian adalah kesegaran bahan dasar yang digunakan, kecepatan dan ketepatan memasak serta kerja sama tim dari hotel dan restoran yang menjadi peserta kompetisi masak ini. Wiwit menambahkan bahwa ini sudah menjadi komitmen IHGMA chapter Lombok yang selalu mendukung kemajuan pariwisata Lombok dan Sumbawa.

Juri yang terlibat pada kompetisi ini bukan sembarangan, panitia penyelenggara mengudang 3 orang juri bertaraf nasional seperti 1. Chef Lucky Andriono, Pemenang Master Chef Competition Season 1, Mateo Gueretto, salah satu juri dari Master Chef Indonesia dan Jed Doble dari Foodist Magazine Singapore. Kompetisi ini berlangsung seru dan menegangkan, karena masing-masing chef dan tim dari peserta kompetisi harus bekerja ektra cepat dan tepat, untuk dapat mencapai target waktu yang telah ditentukan dewan juri.

MERIAH. Para Peserta, Juri dan Juara Kompetisi Foto Bersama Usai Lomba.

Promosi Menu Khas Daerah

Pada sambutannya Mateo Gueretto yang mewakili dewan juri mengatakan bahwa, hal-hal semacam ini harus sering dilakukan dan perlu untuk mengangkat nama makanan yang ada di daerah itu. “Lombok sangat kaya dengan bermacam kulinernya, sebagai salah satu kekayaan untuk meningkatkan potensi daerah sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia,” kata komentator Moto GP, disalah satu stasiun tv swasta nasional ini. Ayam Taliwang memang telah dikenal luas baik ditingkat nasional bahkan internasional, oleh karenanya dipilih sebagai masakan yang dilombakan pada kompetisi ini.

Setelah melewati persaingan yang sengit, karena harus menghasilkan masakan Ayam Taliwang yang mempunyai cita rasa dan kualitas standar dan hiasan lengkap yang telah ditetapkan dewan juri, akhirnya tim Golden Palace Hotel terpilih sebagai Juara 1, disusul kemudian Spicy Restoran dan Sudalama Resort pada tempat ke 2 dan 3. Harapan kedepannya hal semacam ini akan dapat lebih sering dilaksanakan baik oleh dukungan pelaku pariwisata langsung atau melibatkan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) NTB tentunya. Acara ini diawali dengan atraksi Gendang Beleq yang sengaja diundang untuk memberikan sensasi budaya daerah Lombok yang khas. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com