Mataram, LombokInsider.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) adalah merupakan sebuah organisasi tempat berkumpulnya para pemandu wisata yang professional, pasca gempa Lombok dan Sumbawa (NTB) akhir Juli dan sepanjang Agustus lalu, membuat angka kunjungan wisatawan ke NTB menurun drastis.

Melibat fenomena ini menggerakan DPD HPI NTB bersama jajarannya termasuk ketua DPC Kota Mataram, Lombok Tengah (Loteng), Lombok Barat (Lobar) dan KLU, untuk melakukan promosi Profesi to Profesi (P to P) ke Malang dan Surabaya pada (27-30/12).

“Beberapa destinasi yang menjadi target adalah Sukarara, desa tenun ini harus terus eksis dan tidak boleh punah, karena sedikitnya feedback buat pengerajin, langkah yang ditawarkan adalah duduk bersama para pengerajin, pemerintahan dan stakeholder lainnya agar dapat mengetahui keluhan atau keinginan masyarakat, demikian juga Desa Wisata Kekait yang tidak kalah indahnya, Desa Pringgasela Lombok Timur,” kata Dr. Ainuddin, SH.MH, Ketua DPD HPI NTB, disela kegiatan promosi.

Menurutnya, konsep duduk bersama adalah konsep yang paling bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat. Ainuddin menghimbau kepada semua pengurus agar sepulang dari promosi ini dapat melalukan edukasi kepada masyarakat.

“Dengan misi yang sama akan menjadi daya tarik tersendiri karena wisatawan paling suka dengan tuan rumah yang sopan dan paham akan keinginan wisatawan. Apabila semua kehendak masyarakat diakomodir, saya yakin wisatawan akan datang seperti di Batu Malang ini dan masyarakat akan terbiasa melayani tamu dan merasakan adanya kepedulian memiliki bersama,” jelasnya.

Pendekatan diatas diyakini akan memberikan dampak positif pada sebuah destinasi. Fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah dan diperuntukkan bagi wisatawan akan terjaga dengan baik.

Ketua DPD HPI NTB ini berharap, sales mission (promosi) yang dilakukan pihaknya dengan pertemuan antar pramuwisata di Malang dan Surabaya dapat memberikan kepercayaan wisatawan dari Malang dan Surabaya khususnya dan seluruh Indonesia secara umum untuk datang berkunjung ke NTB.

“Saat ini NTB sudah aman dan siap menerima kunjungan wisatawan, masih banyak destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa yang tidak terdampak gempa,” tegas Ainuddin. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com