Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar bedah buku bersama Helvy Tiana Rosa dan Taufan Hidjaz dalam rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018 di Ballroom Islamic Center NTB, Mataram, NTB, pada Senin (28/5). Buku berjudul “Tanah Perempuan” karya Helvy Tiana Rosa “Lombok Beribu Masjid” karya Taufan Hidjaz menjadi dua buku yang akan dibedah dalam kesempatan ini.

Kepala Dinas Pariwisata NTB HL. Moh. Faozal mengatakan, kehadiran dua penulis ini merupakan momentum berharga bagi masyarakat, terutama anak-anak muda NTB dalam berkarya.

“Beliau (Helvy) luar biasa dan sangat menginspirasi melalui karya-karyanya, termasuk karya filmnya juga yang belum lama ini tayang,” kata Faozal.

Sementara Taufan, ia katakan, merupakan putra NTB yang sudah lama melanglangbuana ke luar daerah, namun tetap peduli dan memiliki perhatian yang besar akan kampung halamannya.

“Buku dari Pak Taufan ini sangat selaras dengan pariwisata Lombok yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid dan kini beliau mengulasnya tentang mengapa begitu banyak masjid di sini,” jelasnya.

Helvy mengaku gembira bisa berbagi pengalaman kepada masyarakat yang hadir, di mana didominasi anak-anak muda. Terlebih, acara bedah buku digelar di Islamic Center NTB yang merupakan ikon wisata halal NTB. Mengenai “Tanah Perempuan”, Helvy mengatakan hal itu merupakan obsesinya sejak lama untuk menulis tentang perempuan nusantara yang banyak mengisahkan tentang sosok-sosok perempuan hebat dari bumi Nanggroe Aceh Darussalam di masa lampau hingga pasca tsunami.

“Saya lihat karakter perempuan Indonesia, terutama muslimah sangat kuat,” ujar Helvy.

Berawal saat bencana tsunami, Helvy tergerak untuk membantu dengan apa yang bisa ia lakukan. Dua pekan setelah tsunami, ia berangkat ke Aceh, mulai berinteraksi dengan masyarakat dan melihat betapa hebatnya perempuan-perempuan Aceh dalam berjuang bangkit dari keterpurukan.

“Dalam buku ini saya coba ambil beberapa sosok perempuan-perempuan ini luar biasa kisah kisah di Aceh,”

Helvy meyakini sosok-sosok perempuan hebat tentu tak hanya ada di Aceh, melainkan juga di daerah-daerah lain, seperti di Lombok. Produser Film 212 the Power of Love itu mengaku rindu akan kehebatan perempuan dalam bentuk karya sastra, novel, bahkan film.

“Saya yakin banyak perempuan Lombok yang juga hebat-hebat; InsyaAllah perempuan Lombok juga hebat-hebat semua,” tutur Helvy.

Sementara, Taufan mengaku buku “Lombok Beribu Masjid” merupakan sebuah penelitian dirinya sebagai Dosen Jurusan Desain Interior Instiut Teknologi Nasional Bandung. Taufan menjelaskan, buku ini berangkat dari sebuah penelitiannya yang berjudul “Arsitektur Mesjid Sebagai Adaptasi Keberlanjutan Orientasi Ruang dan Representasi Budaya Sasak di Lombok”.

“Ide awalnya, saya sering mengajak mahasiswa jurusan arsitektur ke Lombok. Komentar dari mahasiswa, teman-teman dosen tentang masjid di Lombok sangat banyak, megah berdiri di kampung-kampung,” jelas Taufan.

Taufan berharap buku ini membantu menjawab pertanyaan mengapa di Lombok begitu banyak mesjid sehingga disebut sebagai “Pulau Seribu Mesjid” padahal lebih dari itu, dari 518 desa didalamnya ada 9000-an mesjid.

Terbentuknya struktur ruang budaya Sasak karena determinasi hubungan ruang dengan kegiatan terpola dari kehidupan sehari-hari yang dijalani, dilandasi oleh cara pandang masyarakat terhadap dunia (worldview) berbasis Islam yang menjadi semacam way of life.

“Cara hidup masyarakat Sasak tidak lain adalah bentuk kongkrit dari nilai-nilai budayanya yang menjadikan Mesjid sebagai pusat orientasi. Pola ini membentuk kantong hunian tradisional yang khas dari ruang kekerabatan keluarga (bale langgak),” tegasnya.

Dalam konteks wisata halal dengan branding “Muslim Friendly”, buku ini menjelaskan secara filosofis kepada pengunjung Lombok yang menyayangkan begitu banyaknya mesjid besar berdiri megah dengan menara menjulang tetapi di tengah dusun yang sangat sederhana.

Acara bedah buku berlangsung meriah dengan juga digelar kuis yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan NTB dan juga sesi tanya jawab yang menarik. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com