Mataram, LombokInsider.com – Tidak dapat dipungkiri, erupsi Gunung Agung di Bali pada Minggu (26/11) yang lalu, berdampak kepada dunia kepariwisataan khususnya di Bali, Lombok dan Indonesia secara umum. Ini dikarenakan Bali merupakan 40% tempat wisatawan mancanegara. Disusul 30% Jakarta dan 20% Kepri, sisanya hanya 10% dibagi se-Indonesia, dijelaskan Deputi Kementrian Pariwisata RI, Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara, I Gde Pitana, pada Rapat Strategi Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Agung, di Hotel Lombok Astoria, Minggu (3/12).

Rapat ini membahas berbagai masalah dan juga tindakan yang harus diambil untuk mengantisipasi dampak dari erupsi G. Agung terhadap pariwisata dan juga wisatawan dari dan keluar Lombok. Bermacam masukan dan saran dari seluruh pelaku wisata yang ada di Lombok, di tampung sebagai bahan evaluasi. Deputi Kemenpar RI, Gde Pitana memberikan beberapa rekomendasi kepada pelaku pariwisata di NTB.

Memberikan diskon harga kamar hotel kepada wisatawan yang pesawatnya gagal berangkat. “Di Bali malam pertama free, kemudian selanjutnya diskon 7 persen, untuk di Lombok silakan di rumuskan berapa besaran diskon yang akan diberikan. Ini tergantung kebijakan yang telah disepakati bersama antara Dispar dan hotel-hotel,” jelas Gde Pitana.

Berikan kemudahan transportasi, dari dan ke bandara, atau ke tempat penyeberangan laut yang ada. “Ini merupakan komitmen kita untuk memberikan rasa nyaman kepada para tamu, sekaligus bagian dari hospitality dalam keadaan seperti saat ini,” lanjut Deputi.

Kebijakan dalam bentuk kemudahan mengurus visa, berkolaborasi dengan instansi terkait. “Wisatawan mancanegara yang habis masa berlaku visanya, otomatis akan diperpanjang, hingga 30-40 hari kedepan, misalnya,” ujarnya.

“Kemudahan dengan memberikan minuman atau snack gratis, kepada penumpang pesawat yang delay atau cancel di bandara. Mungkin terasa berat ya, tapi ini adalah bagian dari menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu,” ucap Pitana.

Selain itu kesepakatan lainnya adalah, bahwa dalam keadaan emergency harus ada sumber informasi yang satu pintu dan sumber yang valid dan reliable. “Sumber berita harus satu pintu dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Pitana juga mengatakan bahwa, komunikasi yang baik menjadi kunci dalam keberhasilan proses mitigasi wisatawan, pasti, jelas dan cepat, semua harus ada kepastian. Pesannya kepada awak media, yang merupakan salah satu komponen Pentahelix agar menyampaikan berita yang tidak selalu fokus pada bencana, harus ada berita penyeimbang yang komperhensif. Sehingga tidak menjadi keresahan yang berlebihan pada wisatawan dan juga memberikan peluang pada kompetitor kita diluar.

Selain itu, jangan panik dan ad hock, perlu membentuk wadah atau mekanisme kerja yang lebih permanen dalam satu komando di bawah Dispar NTB. Sangat ditekankan memperkuat website yang ada, yang dapat memerikan informasi update dan aktual, karena sekarang sudah jaman digital.

Terkhir, Deputi menyatakan pihaknya siap membantu Lombok untuk melakukan promosi besar-besaran jika keadaan ini mulai normal kembali. Pada rapat ini hadir Sekda NTB beserta seluruh stakeholder pariwisata yang ada di NTB.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB, HL. Moh. Faozal melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pertemuan secara marathon dalam beberapa hari terakhir bersama dengan stakeholder pariwisata membahas hal yang sama. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com