Mataram, LombokInsider.com – Salah satu dampak dari ditetapkannya Lombok sebagai destinasi wisata halal dunia pada 2015 lalu, maka dalam setahun terakhir hingga pertengahan 2017 ini Malaysia selalu menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak yang datang berkunjung ke Lombok. Demikian dengan data bulan April yang dirilis BPS NTB pada Jum’at (2/6) yang lalu, peringkat pertama dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Lombok masih dipegang oleh negara tetangga kita di Asean, Malaysia, dengan jumlah mencapai 6.461 orang atau menyumbang angka 53% dari seluruh kunjungan wisman yang ada.

Angka ini kemudian diikuti berturut-turut oleh Inggris dengan 672 orang (5%), China 643 orang (5%), Singapura 504 orang (4%) dan Jerman 359 orang (3%). Ini merupakan salah satu dampak dari label wisata halal yang disematkan kepada Lombok, yang juga mendapat julukan Pulau Seribu Masjdi pada 2015 lalu. Karena Malaysia merupakan negara yang mayoritas penduduknya juga muslim seperti Indonesia, khususnya Lombok, jadi mereka merasa nyaman berlibur ke Lombok.

“Banyaknya kunjungan wisatawan ke Lombok, berpengaruh terhadap Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada April 2017. TPK April 2017 ini tercatat sebesar 51,69%, berarti naik 1,91 poin dibandingkan Maret 2017, dengan angka TPK mencapai 49,78%,” jelas Kadek Adi Madri. Kenaikan ini juga selaras jika dibandingkan dengan TPK pada April 2016, yaitu 46,16% berarti mengalami kenaikan 5,53 poin.

Sementara untuk Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang pada April 2017 tercatat 2,18 hari. Angka ini lebih tinggi 0,13 hari dibandingkan dengan RLM pada Maret 2017 yang mencapai 2,05 hari. Begitu pula jika dibandingkan dengan RLM pada Februari 2016 terjadi kenaikan 0,28 hari.

Demikian halnya dengan jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang pada April 2017 tercatat 84.105 orang. Angka ini mengalami kenaikan 0,64%, dibanding tamu pada Maret 2017 yang mencapai 83.566 orang. Juga jika dibandingkan dengan tamu menginap pada Maret 2016 yaitu sebanyak 67.945 orang, berarti mengalami kenaikan sebesar 23,78%.

“Untuk TPK hotel non bintang pada bulan April 2017 tercatat 26,15%, naik sebesar 1,65 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2017 yang tercatat hanya 24,50%. Namun bila dibandingkan dengan TPK pada Maret 2016 yang mencapai 30,76%, berarti turun 4,64 poin,” lanjut Kadek, Kepala Bidang Statistik Distribusi di BPS NTB ini.

Seperti keempat indikator diatas, Rata-rata Lama Menginap (RLM) di hotel non bintang pada April 2017 mencapai 1,84 hari. Ini naik 0,06 hari dibandingkan dengan TPK bulan Maret 2017 mencapai 1,78 hari. Namun jika dibandingkan dengan RLM pada Maret 2016 yang tercatat 2,26 hari, berarti nilai ini turun sebesar 0,42 hari.

Peningkatan nilai statistik hotel bintang dan non bintang di NTB ini juga berlaku untuk statistik trasnportasi yang ada, khususnya penerbangan dari Lombok International Airport (LIA).

Jumlah penumpang yang datang dari penerbangan domestik, terjadi peningkatan sebesar 7,43%, dari bulan sebelumnya, yakni 148.089 orang pada April ini. Hal ini tidak terjadi pada kedatangan penumpang melalui penerbangan internasional sebanyak 12.582 orang, atau mengalami penurunan 10,48% dibandingkan Maret 2017 lalu. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com