Mataram, LombokInsider.com – Ramadhan biasanya menjadi bulan dengan angka kunjungan yang lebih rendah dibandingkan bulan lain. Namun terdapat berbagai cara untuk memaksimalkan potensi wisata di NTB selama Ramadhan. Salah satunya dengan membuat paket Ramadhan Day Tour.

Dalam bimbingan teknis (bimtek) penyusunan paket tour Ramadhan hari kedua ini juga disepakati akan dibuat sebuah konsorsium. Para peserta akan bertemu kembali untuk membuat paket wisatanya dan langsung dapat menjualnya.

“Ini bertajuk Ramadhan Konsorsium Lombok Sumbawa. Silakan nanti bertemu kembali untuk menyusun paketnya dan bisa menjualnya. Bisa juga kerjasama antara hotel dan travel agent untuk membuat harga yang menarik dan kalau bisa ada diskonnya,” harapnya.

“Pertama yang perlu kita perhatikan adalah target pasar. Kemudian karakteristik produk apa yang berkaitan dengan momentum Ramadhan. Misalnya berkunjung ke Masjid Bayan Beleq atau bisa juga ke Lingsar,” kata salah satu Pemateri Bimtek Awanadi Aswinabawa yang juga ketua Astindo NTB, di Mataram, Kamis (31/5).

Menurutnya harus ada pembaruan dalam paket wisata Ramadhan ini. Sebab paket wisata ini harus bisa memberikan suasana yang berbeda dari biasanya. Sehingga wisatawan dapat merasakan sensasi berlibur yang berbeda saat bulan Ramadhan.

“Bila perlu ada night tour, misalnya Pawai Takbiran itu bisa kita jual sebagai paket wisata. Tapi tentu saja perlu kita susun paketnya dengan baik, karena kita tidak bisa bekerja sporadis atau sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia melihat paket wisata Ramadhan harus lebih spesifik dan unik. Sehingga wisatawan bisa merasakan perbedaan berwisata selama Ramadhan dan bulan lainnya. Beberapa hal menarik misalnya buka puasa bersama menjadi hal yang dapat dikemas dengan lebih baik. Salah satunya dengan melakukan buka puasa di desa wisata dengan karakter yang unik.

“Semua bisa dibuat dan ini barangnya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menyusun dan menjualnya,” ujarnya.

Salah satu yang dapat dibuat nantinya misalnya menggelar NTB Berbuka. Dalam kegiatan ini dapat dilakukan buka puasa bersama dengan peserta yang banyak dengan panjang hingga puluhan meter atau bisa saja hingga satu kilometer. Sehingga dapat menjadikan paket wisata ini menjadi hal yang unik.

“Itu bisa saja dibuat dengan panjang berapa misalnya. Bisa saja kita atur bersama, misalnya satu hotel 100 hingga 500 takjil. Itu kan tidak mahal. Tapi efeknya bisa kita lihat nanti,” ujarnya.

Dengan adanya konsorsium ini diharapkan dapat menjadi embrio yang sehat untuk memajukan pariwisata Lombok dan Sumbawa. Sementara itu, Dinas Pariwisata Provinsi NTB menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menindaklanjuti hasil dari bimtek ini.

“Kami mendukung hasil dari bimtek ini. Kami akan tindaklanjuti hasilnya, termasuk konsorsium ini. Karena anggarannya sudah tersedia. Semangat untuk kita semua majukan pariwisata ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB HL. Moh. Faozal melalui Kepala Seksi Destinasi Bidang Destinasi Dispar NTB Siti Alfiah.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata RI, Muh. Ricky Fauziani mengapresiasi adanya konsorsium ini. Dengan harapan kegiatan ini dapat mendatangkan banyak wisatawan dan mendatangkan keuntungan bagi warga NTB.

“Ini bagus sekali, dalam waktu beberapa menit saja sudah terbentuk konsorsium. Semoga paket ini berjalan dengan baik. Selain itu, kita akan dukung untuk dapat rekor Muri untuk malam takbiran nantinya,” ujarnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com