Mataram, LombokInsider.com – Perkembangan dan kemajuan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, Pulau Lombok khususnya, sangat berdampak kepada seluruh aspek pendukungnya, salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. Dukungan pemerintah pusat hingga daerah yang difokuskan pada peningkatan daya tarik investasi, penguatan daya saing, pengembangan Usaha Kecil Menengah (UMKM) serta penguatan daya tarik pariwisata, mempercepat perkembangannya.

Subsidi Biaya Kuliah

Salah satu wujud nyata dukungan pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementrian Pariwisata RI adalah dibangunnya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok. “Ini merupakan dukungan yang luar biasa dari pusat, bayangkan subsidi untuk proses belajar mengajar setiap orang per tahun mencapai Rp20 juta,” ungkap DR. Hamsu Hanafi, Direktur Poltekpar Negeri Lombok.

“Inilah yang membuat Poltekpar saat ini sangat diminati oleh para lulusan SMA/SMK dari dan luar NTB. Bahkan untuk tahun ini kuotanya ditambah. Tahun lalu kami hanya menerima 120 orang mahasiswa, namun tahun ini target itu meningkat hingga 400 orang,” lanjut Hamsu, pada Jumpa Pers di Kampus Poltekpar Negeri Lombok, Sabtu (29/7).

“Hal ini menjadi indikator bahwa sekolah pariwisata sangat diminati seiring perkembangan kepariwisataan di NTB,” imbuhnya. Saat ini rencana pembangunan KEK Mandalika sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan dari Kemenpar RI, menjadikan geliat kepariwisataan di NTB meningkat, karena beberapa tahun kedepan akan ada hadir beberapa hotel berbintang di kawasan tersebut, yang pasti membutuhkan banyak tenaga kerja professional, seperti yang dipersiapkan Poltekpar Negeri Lombok.

Diketahui bahwa biaya perkuliahan di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) sangat tinggi, terutama untuk praktek lapangan. Penawaran menarik dari Poltekpar Negeri Lombok, bersekolah dengan biaya yang disubsidi oleh pemerintah, dipastikan akan meringankan beban mahasiswa dan orang tuannya.

Keunggulan Poltekpar Negeri Lombok

Sementara DR. Farid Said, sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menjelaskan keunggulan yang dimiliki Poltekpar dibandingkan dengan Sekolah Tinggi Pariwisata yang lainnya. “Selain mendapat subsidi dari Kemenpar dalam proses belajar mengajar, sesuai arahan langsung dari Menpar Arief Yahya bahwa Poltekpar Negeri Lombok ini dihajatkan untuk menjadi yang terbaik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara,” jelas Farid.

Bahkan Menpar, telah menyampaikan pesan agar pembangunan dan pengelolaan Poltekpar Negeri Lombok ini harus lebih baik daripada Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali yang selama ini menjadi tolak ukur pendidikan vokasi pariwisata di Indonesia. Rencana pembangunan gedung barunya pun berorientasi kepada green kampus dan hemat energi, selain itu dari empat program studi yang ada, masing-masing memiliki laboratorium praktek sendiri.

Saat ini empat program studi ditawarkan dalam penerimaan mahasiswa baru Tahun Angkatan 2016/2017 yakni Diploma IV Pengaturan Perjalanan Wisata, Diploma III Seni Kuliner, Diploma III Tata Hidangan dan Diploma III Divisi Kamar, telah masuk semester tiga.

“Dari keempat bidang studi yang ada yang paling diminati adalah Pengaturan Perjalanan Wisata, untuk penerimaan mahasiswa baru tahun ini, program ini yang paling banyak peminatnya,” ujar HL. Wiratmaja, Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru.

Wiratmaja menjelaskan bahwa untuk dapat diterima di Poltekpar Negeri Lombok, calon mahasiswa harus melalui beberapa tes, seperti tes tulis mencakup Bahasa Inggris dan Umum, juga interview dengan bahasa Inggris dan Indonesia, pengetahuan tentang pariwisata dan budaya lokal serta nasional, iq dan psikotes.

Peningkatan Kualitas SDM

Diakhir acara, DR. Hamsu menegaskan bahwa peningkatan target jumlah penerimaan mahasiswa ini sekaligus menjawab permintaan dari industri pariwisata, khususnya bidang perhotelan yang terus berkembang di NTB. “Kami berkomitmen meningkatnya jumlah mahasiswa, tidak akan mengurangi kualitas SDM, bahkan kami terus berusaha untuk meningkatkanya,” pungkasnya. (LI/AA)

 

 

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com