Sekotong, LombokInsider.com – Sebagai upaya membangkitkan pariwisata Lombok pasca gempa, Wyndham Sundancer Resort Lombok, satu-satunya hotel bintang lima dikawasan Pantai Pandanan, Desa Sekotong, Lombok Barat, mengadakan Lombok Coffee Art Competition, Sabtu (13/10).

Wyndham Sundancer Resort Dukung Lombok Bangkit

“Lombok Coffee Art Competition ini merupakan wujud dukungan kami terhadap bangkitnya pariwisata Lombok pasca gempa. Tujuannya adalah mengabarkan kepada seluruh masyarakat baik Indonesia bahkan dunia, bahwa Lombok saat ini sudah bangkit,” jelas Nanang Supriadi, General Manager Wyndham Sundancer Resort Lombok.

Nanang Supriadi, GM Wyndham Sundancer Resort Lombok.

“Pada kegiatan ini kami mengundang sekitar 50 orang barista yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hanya saja yang berkesempatan hadir hanya 38 orang, acara ini juga untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kualitas para Barista di NTB agar tidak kalah bersaing dengan daerah lain,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Nanang kedepan pihaknya akan melaksanakan kegiatan serupa bertaraf nasional, selain itu ada juga kegiatan-kegiatan lain yang dapat menunjang percepatan kebangkitan pariwisata Lombok.

Dalam waktu dekat, Wyndham Sundancer juga akan menjadi tempat pelaksanaan pemilihan Putri Indonesia 2019 Lombok. Setelah acara Lombok Coffee Art Competition, Wyndham Sundancer juga akan menjadi official hotel untuk gelaran Mekaki Marathon 2018 ini.

Sementara Sutrisno, salah seorang peserta, yang juga pemilik Maktal Coffee Shop di Mataram, menyatakan keikutsertaannya adalah untuk ikut memeriahkan acara ini.

“Ya untuk meramaikan, karena di Lombok ini masih jarang even kopi semacam ini, belum tentu setahun sekali. Sekaligus ini sebagai pembelajaran bagi kita, serta menambah pengetahuan kita sebagai Barista tentang asal muasal kopi,” ucapnya.

Sutrisno berharap kedepan akan banyak acara-acara serupa, sehingga pengetahuan dan pengalaman para Barista dapat bertambah. “Semoga hal semacam ini lebih sering digelar, karena sangat baik sebagai sarana pembelajaran, baik para peserta dari hotel maupun coffee shop,” ujar Sutrisno.

Sponsor

Acara ini disponsori oleh Banyuatis Kopi, dari Bali. “Produk kami baru 3 tahun ini masuk ke Lombok, jadi harus terus berpromosi agar dapat diterima dan bersaing dengan kopi-kopi yang sudah lebih dulu eksis,” kata Eka Putra, Even Promo dari Banyuatis Kopi.

BARISTA. Para peserta Lombok Coffee Art Competition.

Banyuatis kopi merupakan kopi asli yang di produksi di daerah Banyuatis, Singaraja Bali, memiliki 11 varian rasa, baik dari jenis Robusta maupun Arabica.

Kriteria penilaian menurut para juri, mencakup ketepatan, kecepatan, keindahan desain, performance dan rasa. Aini, dari Kedai Kopi Pancing berhasil menjadi Juara I, menyisihkan 37 peserta lainnya, sementara Juara II diraih Fadli dari El-Bazar Café & Resto dan Juara III Sutrisno, dari Maktal Coffe Shop.

Juara I memperoleh Rp1,5 Juta Sertifikat dan Piala, Juara II Rp1,250 Sertifikat dan Piala, sedangkan untuk Juara III Rp1 Juta Sertifikat dan Piala. Seluruh peserta juga memperoleh sertifikat dari panitia pelaksana. (LI/AA)

Save

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com