Grup Band GIGI

Mataram, LombokInsider.com – Mungkin tidak ada hubungan antara grup Band Gigi dan destinasi wisata Senggigi meskipun keduanya mengandung bunyi gigi. Yang jelas keduanya adalah dua nama yang tenar dan bila digabungkan akan saling menguatkan seperti gigi geraham atas dan bawah yang kuat mencengkeram.

Nah, kabarnya grup Band Gigi akan unjuk gigi di acara Lombok Barat Beach Festival 2016 pada 21 Mei 2016 malam di Pantai Senggigi, Lombok Barat. “Grup Band Gigi diharapkan bisa menjadi brand endorser yang kuat bagi pariwisata Nusa Tenggara Barat. Pertunjukan grup Band Gigi ini diharapkan bisa menjadi ajang promosi yang efektif,” kata HL Muh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, seperti dikutip pada laman Facebook Kementerian Pariwisata, 19 Mei 2016.

Sementara itu dalam laman yang sama Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa Lombok Barat harus kreatif dalam mempromosikan industri pariwisatanya agar bisa menarik lebih banyak wisatawan. “Konser Gigi ini diharapkan bisa menarik wisatawan untuk datang,” kata Menpar Arief Yahya.

Lombok Barat merupakan kabupaten yang memiliki banyak destinasi wisata alam dan budaya dengan Pantai Senggigi sebagai maskotnya. “Lombok Barat memiliki lebih dari 49 obyek wisata. Yang sudah sangat terkenal adalah Pantai Senggigi, Taman Narmada, pusat kerajinan gerabah di Banyumulek, pura Batu Bolong, Gili Nanggu dan lainnya,” kata Faozal.

Lombok Barat yang kini genap berusia 58 tahun memiliki tagline Secret Heaven atau Surga Rahasia atau surga tersembunyi.

Grup Band Gigi

GIGI tumbuh pertama kali atas prakarsa Aria Baron, Thomas Ramadhan, Ronald Fristianto, Dewa Budjana, dan Armand Maulana. Waktu itu 22 Maret 1994. Ada cerita bahwa dua tahun sebelumnya, Dewa Budjana sudah menyimpan keinginan untuk membentuk sebuah band dengan dua pemain gitar. Keinginan tersebut terwujud dengan terbentuknya GIGI. Setelah beberapa kali berganti personel, anggota grup band Gigi saat ini adalah Armand, Budjana, Thomas, dan Hendy. Mereka adalah GIGI baru yang tetap mempertahankan kiprah dan andil kreasi mereka di blantika musik Indonesia. (LI/KM)

 

 

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono