Bayi lahir dalam penerbangan Buraq Air.

LombokInsider.com – Bayi yang satu ini memang belum bisa berjalan, bahkan merangkak pun belum. Namun, kelak dia akan bisa terbang semaunya. Ini karena bayi itu dilahirkan ibunya saat dalam penerbangan pesawat Buraq Air. Kelahirannya ini membawa rejeki baginya karena perusahaan penerbangan Buraq Air memberikan hadiah terbang gratis bagianya seumur hidup. Demikian dilaporkan oleh CNN, Jumat (9/9).

Perusahaan penerbangan ini mengumumkan hadiah tersebut dalam laman Facebooknya untuk merayakan kelahiran dalam pesawat ini.

Ibu bayi ini terbang dari Tripoli di Libya ke Niamey, ibu kota Nigeria, saat dia memulai persalinan, kata Amir Abu Sin karyawan Buraq Air kepada CNN.

Bayi laki-laki yang baru lahir terlihat dalam foto sedang digendong oleh salah seorang kru kabin.

Apa yang terjadi bila anda lahir di pesawat terbang?

Buraq Air, berbasis di Tripoli, menawarkan penerbangan di dalam negeri Libya dan destinasi-destinasi di Eropa, Afrika Utara dan Timur Tengah.

Kelahiran bayi laki-laki ini sangat membahagiakan namun mengejutkan dan hadir di dunia dengan bantuan kru kabin penerbangan. Karena upaya dan bantuan mereka, ibu bayi ini memberi nama anaknya Abdul Baset, sesuai dengan nama kapten penerbangan ini.

Pada 1990, Debbie Owen melahirkan di dalam penerbangan British Airways dari Ghana ke Inggris. (Foto: CNN)

Pada 1990, Debbie Owen melahirkan di dalam penerbangan British Airways dari Ghana ke Inggris. (Foto: CNN)

Kebanyakan perusahaan penerbangan tidak mencatat kelahiran dalam pesawat sehingga sulit untuk menelusuri jumlah bayi yang lahir di pesawat. Namun kemungkinan banyak bayi yang lahir di penerbangan karena ini bukanlah bayi pertama yang lahir di dalam pesawat dalam sebulan terakhir.

Seorang bayi perempuan yang diberi nama Haven, hadir di dunia saat ibunya dalam penerbangan dari Dubai ke Manila pada 14 Agustus. Haven diberikan hadiah 1 juta mil penerbangan dari operator penerbangan Filipina, Cebu Pacific.

Pada 1990, Debbie Owen melahirkan di dalam penerbangan British Airways dari Ghana ke Inggris. Dia memberi nama bayi perempuannya Shonna Kristy Yves sehingga ejaan inisial namanya SKY.

Dalam paspornya, Shonna Owen dinyatakan bahwa dia lahir di dalam pesawat 10 mil di selatan Mayfield, Sussex. Surat kelahirannya juga menunjukkan keadaan yang tidak biasa dalam kelahirannya. Lahir di udara bisa menyulitkan dalam masalah kewarganegaraan.

Setelah besar, Shonna Owen mengatakan bahwa dia terlahir untuk terbang dan dia sedang melakukan riset tentang orang-orang yang lahir dalam penerbangan. Namun Shonna tidak mendapatkan tiket gratis seumur hidup. Dia hanya sekali mendapatkan tiket gratis terbang dari Inggris ke Australia saat dia berumur 18 tahun.  (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono