Mataram, LombokInsider.com – Terkait maraknya pemberitaan yang terkesan negatif bagi perkembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari terakhir, asosiasi kepariwisataan NTB yang terdiri dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) dan Asosiasi Hotel Mataram (AHM) menghimbau agar media yang ada, baik itu cetak, online maupun elektronik lebih bijak dan membangun citra positif dalam memberikan informasi kepada publik, khususnya tentang pariwisata.

“Saat ini pariwisata NTB sedang berada pada trend yang positif, bahkan beberapa minggu ini sangat banyak acara meeting yang dilakukan di Lombok. Jangan sampai beberapa pemberitaan negatif menyangkut kepariwisataan kita membuat suasana jadi tidak kondusif,” kata Lalu Abdul Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB, pada keterangan persnya di Golden Palace Hotel, Mataram, Kamis (26/4).

Citra Positif Pariwisata NTB

“Jangan sampai citra positif yang telah kita bangun bersama, baik asosiasi dan juga pemerintah NTB hilang dalam sekejap terkait beberapa pemberitaan negatif tersebut. Kami menghimbau rekan-rekan media untuk dapat membantu menjaga kondusifitas ini, bukan malah sebaliknya,” jelas Hadi Faishal yang juga merupakan GM d’Praya Hotel, Lombok Tengah.

Erik Tumbelaka, Ketua IHGMA chapter Lombok juga mengungkapkan hal yang sama. “Harapannya kedepan kita sebagai stakeholder pariwisata di NTB memiliki visi dan sinergi yang sama untuk memberikan yang terbaik bagi daerah kita. Karena tujuan kami semua hanya satu, yakni bagaimana pariwisata NTB semakin baik lagi,” ungkap GM Kila Senggigi Beach ini.

“Kami di IHGMA sejauh ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan peningkatan kualitas pelayanan hotel, villa dan resort melalui berbagai pelatihan dan sertfikasi. Sehingga SDM yang ada dapat memberikan pelayanan paripurna dan memberikan kesan yang baik bagi wisatawan yang datang,” ujar Erik.

Senada dengan Ketua PHRI dan IHGMA, Ketua AHM Ernanda Agung Dewobroto, yang juga merupakan GM dari Golden Palace Hotel Mataram, mengatakan fokus utama dari hotel-hotel di kota yakni Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE).

“Fokus kami, hotel di kota ini adalah bisnis MICE, jadi kalau ada pemberitaan terkait ada hotel yang menyediakan tempat karaoke plus, itu tidak bisa disama-ratakan. Terus terang kami cukup terganggu dengan headline yang ada di beberapa media beberapa hari terakhir,” ujar Ernanda.

“Jadi kami sangat berharap kerjasama dari rekan-rekan media, agar dapat lebih bijak dalam pemberitaan. Pariwisata ini sangat sensiritf, jika pemberitaan negatif yang banyak di blow-up maka NTB pasti akan tertinggal,” tuturnya.

Peran Media

Ketiga asosiasi ini sangat berharap bahwa media-media yang ada di NTB dapat membantu mempromosikan pariwisata dengan menampilkan pemberitaan yang positif, bukan sebaliknya, karena perannya sangat besar dalam pembentukan opini publik.

Menurut mereka, manfaat pariwisata jauh lebih besar, khususnya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat secara umum, berbanding dengan dampak negatifnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com