Mataram, LombokInsider.com – Untuk meningkatkan pelayanan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), maka pada (1-2/3) yang lalu Dinas Pariwisata (Dispar) bersama dengan Satlantas Polda NTB melakukan Pelatihan Peningkatan SDM Kru dan Operator Bus Pariwisata. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan di Hotel Golden Palace Mataram. Tampil sebagai narasumber adalah AKBP, Lalu Adnan, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda NTB.

PEMAPARAN. AKBP, Lalu Adnan, Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda NTB, saat Memberikan Pemaparan dihadapan 50 orang Operator Bus Pariwisata.

Peningkatan Pelayanan Pariwisata

Pada pemaparannya Adnan menjelaskan bahwa pengemudi atau sopir menjadi kunci dari keamanan dan kenyamanan rombongan wisatawan yang dibawanya. “Dalam hal ini pengemudi merupakan kunci dari keselamatan, keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berada dalam kendaraan yang dibawanya. Lebih khusus jika kendaraan tersebut berbadan panjang dan lebar seperti minibus atau bus,” jelas Adnan.

Adnan menambahkan seorang pengemudi harus tenang dan waspada dalam mengendarai kendaraaan, apalagi jaminan keselamatan penumpang menjadi tanggung jawabnya. Pelatihan ini sebagai wujud kepedulian Dispar NTB terhadap potensi kecelakaan yang ada pada armada-armada pariwisata, karena jika sampai terjadi kecelakaan seperti beberapa waktu lalu, yang akan menerima imbasnya adalah pariwisata NTB secara umum.

Sebanyak 50 orang sopir dan kru dari armada pariwisata yang ada di NTB mengikuti pelatihan ini, pelatihan ini terdiri dari dua sesi, sesi pertama, sekitar satu setengah hari para sopir mendapat pelatihan teori. Pelatihan teori ini berisikan materi bagaimana caranya menghadapi teknik konvoi di tanjakan serta apa yang harus dilakukan seorang operator bus ketika menghadapi keadaan menjurus bahaya, serta teori-teori lainnya.

PARIWISATA. Sebanyak 50 Orang Operator Bus Pariwisata dari Bernagai Biro Perjalanan Wisata Mengikuti Pelatihan, Hotel Golden Palace, Mataram (1-2/3).

Waktu Istirahat

“Seorang operator/sopir yang bekerja selama 4 jam berturut-tutur maka dia harus mendapat waktu istirahat ½ jam, demikian kelipatannya. Hal ini adalah untuk memberikan jeda kepada tubuh untuk rileks, agar tidak terlalu tegang,” ungkap Adnan. Pada akhir pelatihan dilakukan juga kegiatan praktek, dimana setiap sopir diberikan waktu mencoba kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) milik Satlantas Polda NTB.

Adnan mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi hal ini. “Ini bagus sekali, terima kasih kepada Dispar NTB yang telah memfasilitasi, semoga hal ini dapat terus berkelanjutan. Kegiatan semacam ini sebagai refreshing bagi para pengemudi bus, sehingga teori yang didapat bisa dipraktekan dalam pekerjaannya sehari-hari,” pungkasnya. Untuk mengurangi resiko kecelakaan Polda NTB meningkatkan kualifikasi dalam penerbitan SIM.

Sementara itu pihak Dispar juga sangat berterima kasih kepada Polda NTB khususnya pada Satlantas yang telah berkenan memberikan teori dan praktek kepada para operator dan kru bus pariwisata. Harapannya dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan mereka dilapangan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para wisatawan yang berkunjung dan tentunya hal ini dapat memberikan kesan yang positif kepada dunia kepariwisataan di NTB secara umum. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com