Selong, LombokInsider.com – Pantai Kaliantan, di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata baru, khususnya bagi para penggemar Kite Surfing. Ini terlihat dari antusiasnya penggemar Kite Surfing melakukan latihan setiap harinya di Pantai Kaliantan.

Kaliantan Kite Surfing Festival

Bukan hal yang mengherankan memang jika Kaliantan kian diminati, karena keindahan pantai dan angin yang cukup kuat atau on shore dengan kecepatan berkisar 18 knot sampai 25 knot juga menjadi kelebihan lain di Kaliantan sehingga dari sisi keselamatan lebih terjamin dibanding pantai yang memiliki arah angin sebaliknya atau off shore.

Tahun ini Kaliantan juga menjadi tempat penyelenggaraan Kaliantan Kite Surfing Festival, yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari dari 22-24 Agustus

“Kita patut berbangga, meski baru pertama, 22 orang peserta dari 10 negara dari Benua Eropa ikut memeriahkan kegiatan olahraga selancar laying ini,” kata Sakbanul Amin, saat memberikan laporannya sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

“Ini satu-satunya kegiatan yang ada di Lombok Timur dan baru pertama kalinya,” ungkapnya. Ia menuturkan, yang menjadi kebanggaan adalah meski baru pertama kali dilaksanakan, dipastikan 10 negara yang ikut.

FAVORIT. Saat Ini Pantai Kaliantan Menjadi Salah Satu Tempat Kite Surfing Terbaik di Indonesia.

Terbaik di Indonesia

Menurutnya, Kaliantan sangat cocok sebagai lokasi olahraga Selancar Layang, mengingat anginnya yang sangat mendukung. Bahkan ombak di pantai Kaliantan termasuk yang terbaik untuk olah raga ini.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan dari Samuel, seorang pelatih Kite Surfing yang juga wisatawan asing, sedang melatih beberapa rekannya. “Ombak dan angin disini termasuk yang terbaik di Indonesia dan ini terjadi selama 6 bulan, jika dibandingkan dengan Banyuwangi yang hanya bagus di 2 bulan saja,” ungkap Samuel.

Samuel juga menjelaskan bahwa untuk bisa bermain hingga cukup mahir, seseorang harus berlatih sekitar 3-7 hari, dengan biaya hingga Rp500 ribu sekali pertemuan.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata NTB, L. Kusuma Wijaya, mengatakan sangat mengapresiasi panitia pelaksana. “Ini tentunya menjadi awal yang bagus untuk dapat mengembangkan Pantai Kaliantan ini sebagai salah satu destinasi wisata unggulan,” ujarnya.

Selain itu menurut Jaya, potensi wisata Lombok Timur bagian selatan ini sangat bagus. “Disini pantainya bagus, ombaknya juga tinggi serta angin sangat mendukung untuk kegiatan olahraga Kite Surfing jadi sangat tepat sebagai destinasi unggulan sport tourism,” lanjut Jaya.

Jaya menambahkan pihaknya siap mendukung pengembangan potensi yang ada saat ini sehingga gaungnya akan semakin terdengar, namun sinergitas dari berbagai pihak sangat diperlukan. Wujud dukungan Dispar NTB, salah satunya yakni Kaliantan dipilih menjadi rangkaian kegiatan BPLS 2017 ini.

Dukungan juga disampaikan Camat Jerowaru, L. Ahmad Zulkifli, BA, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Kaliantan Kite Festival ini. “Jerowaru ini terdiri dari 15 desa, dimana 12 diantaranya berada di sepanjang garis pantai, tentunya hal ini harus kita manfaatkan dengan baik dan tepat,” jelas Zulkifli.

Camat Jerowaru ini menegaskan jika potensi pariwisata yang dimiliki dapat dikembangkan, maka bukan tidak mungkin Lotim akan menjadi dapur perekonomian NTB. Namun Zulfkili tidak menampik adanya kendala, yakni infrastruktur dasar, khususnya air bersih, yang bahkan selalu menjadi masalah hampir sepanjang tahun di daerahnya. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com