Jumpa pers kejuaraan paragliding internasional di lombok

Mataram, LombokInsider.com – Sebanyak 150 pilot dari 20 negara akan ambil bagian dalam perlmbaan internasional dunia paragliding ketepatan mendarat yang akan diadakan pada 5 – 7 Agustus 2016 di Are Guling, Lombok Tengah.

“Alhamdulillah kami sangat bangga dan berterima kasih kepada TNI-AU dan Federasi Aero S

port Indonesia (FASI) NTB, yang telah ikut membantu promosi pariwisata melalui kegiatan bertaraf internasional ini. Kami yakin kegiatan ini bisa membuka destinasi wisata baru di daerah tersebut, ” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal dalam jumpa pers di Taman Budaya Mataram, Kamis (23/6).

Karena itu, menurut Faozal, pihaknya akan mendukung dan mempromosikan olah raga paralayang dalam pelbagai kesempatan agar masyarakat semakin mengenal olah raga ini. “Olah raga ini akan kita promosikan dalam Bulan Budaya Lombok Sumbawa di Jakarta pada 17 Juli dan juga pada Car Free Day di Jalan Udayana pada 24 Juli. Promonya meliputi pameran fotografi tentang olah raga paralayang dengan latar belakang keindahan panorama alam di NTB serta dimeriahkan dengan pertunjukan olahraga dirgantara lainnya berupa paramotor, drone dan aeromodeling,” tegas Faozal.

Membanggakan

The 3rd Series of Paragliding Accuracy World Cup

The 3rd Series of Paragliding Accuracy World Cup di Are Guling, Loteng

Dipilihnya Lombok sebagai tuan rumah even internasional ini sangat membanggakan karena Lombok harus bersaing dengan negara-negara lain. Dipilihnya Lombok sebagai lokasi even ini karena Are Guling di Lombok Tengah ini memiliki keunggulan dari segi tempat dan kondisi angin yang sangat cocok. “Kita sangat bangga karena Lombok dipilih oleh organisasi paralayang dunia sebagai tempat penyelenggaraan PGAWC 2016. Kesempatan ini tidak kita sia-siakan karena sekaligus dapat menjadi ajang promosi destinasi pariwisata baru di NTB,” kata Komandan Lanud Rembiga, Kolonel Penerbang Bambang Gunarto, ST, juga Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) NTB

Karena itu pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk dapat membantu mensukseskan pelaksanaan acara yang bertaraf internasional dan baru pertama kali diadakan di NTB ini. “Jika seluruh pihak bersinergi untuk kemajuan pariwisata NTB melalui olahraga atau aerowisata maka bukan sesuatu yang mustahil FASI NTB dapat membangun lahan baru paralayang di daerah Sembalun, Tork dan lainnya,” kata Bambang.

Kegiatan ini merupakan kejuaraan dunia (kejurdun) paralayang yang pertama kali diadakan di Lombok, NTB dan yang ketiga kali di Indonesia, sebelumnya diadakan di Malang dan Danau Toba. Sesuai dengan judulnya “Paradigling Accuracy World Cup” maka pada kejuaraan ini yang dilombakan adalah ketepatan mendarat dari para peserta.

“Kegiatan ini juga menjadi Kejuaraan Dunia dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaannya dengan 150 peserta dari 20 negara, saat ini yang sudah melakukan registrasi sekitar 133 orang dari 18 negara, semoga target diatas dapat tercapai bahkan terlampaui,” ungkap Nanang Wirawan, Koordinator Lomba.

Peserta yang akan mengikuti kejurdun ini antara lain dari China, Serbia, Singapura, Thailand, Taipe, India, Jepang, Korea, Malaysia, Nepal, Pakistan, Philipina, Saudi Arabia, Slovenia, USA dan juga Rep. Czech.

“Kegiatan ini juga sekaligus yang terbesar sepanjang sejarah dunia karena ada 3 even di dalamnya yakni kejuaraan dunia, Asia dan juga nasional,” jelas Nanang.

 

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono