Mataram, LombokInsider.com – Saat ini geliat industri pariwisata mengalami perkembangan yang cukup pesat di Kota Mataram. Ini salah satunya adalah berkat unik dan strategisnya posisi Mataram sebagai ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat. Kondusivitas masyarakat dan kreativitas pemerintah Kota Mataram juga memainkan peranan penting. Meskipun disadari bahwa Kota Mataram tidak banyak memiliki destinasi wisata.

“Namun kami optimis. Kami percaya bahwa bila semua pihak bersinergi dan kita semua kreatif dalam berpromosi dan mengembangkan pariwisata Kota Mataram, maka insya Allah pariwisata Kota Mataram akan semakin cepat berkembang,” kata Yusril Arwan, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BPPKM) didampingi Yudhi Muchlis, Sekretaris.

Yusril pantas untuk optimis. Jumlah kamar hotel di Kota Mataram telah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Pada 2015 jumlah kamar hotel di Kota Mataram adalah 10.928. Pada 2016 naik menjadi 12.838 kamar atau naik 30%,” kata Yusril yang hobi bersepeda dan futsal ini.

Tingkat hunian kamar hotel di Kota Mataram juga cukup tinggi. Ini tidak terlepas dengan banyaknya kegiatan rapat dan seminar yang diadakan di kota Mataram. “Even-even nasional banyak dilakukan di Lombok dan hotel-hotel di Kota Mataram paling banyak menerima tamu. Tingkat hunian rata-rata 65%,” tambah Yusril.

Promosi Kreatif

BPPKM Kota Mataram sebagai sebuah lembaga mandiri bentukan pemerintah bertugas membantu mempromosikan pariwisata Kota Mataram. Pelbagai kegiatan telah dilakukan oleh BPPKM Kota Mataram antara lain riset pengembangan destinasi wisata, promosi pariwisata, mengundang investor, melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan pelaku pariwisata dan lainnya.

“Melihat potensi di bidang perhotelan dan kuliner itu, maka kami dari BPPKM didukung  Asosiasi Hotel Mataram (AHM) berinovasi dengan melaksanakan kegiatan Festival Kuliner dan Budaya untuk menarik wisatawan,” kata Yudhi.

Banyak kegiatan promosi yang sudah dilakukan oleh BPPKM melalui kerjasama dengan pelbagai pihak. Pada Festival Mataram 2015 telah diadakan acara sepeda santai Night Ride, lomba peresean dan lomba fotografi. “Pada 2015 kami bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Yogyarta (BPPKY) melakukan acara bertajuk Twin City, “MataramLombok – Mataram Yogya, karena banyak wistawan yang mengira bahwa mataram hanya di Yogya,” kata Yudhi.

Sedangkan pada Maret 2016 kegiatan yang cukup besar juga telah dilaksanakan yaitu pada peringatan Hari Air Sedunia dengan mendatangkan Squidly Cole, drummer Marley Family, yang bernyayi di tengah Sungai Jangkok Ampenan. “Mereka datang dan mengisi acara tanpa bayaran, karena kepeduliannya pada lingkungan dan juga Cole menjadi duta sampah,” jelas Yudhi.

“Rencananya pada Agustus 2016 ini, BPPKM akan mengadakan Festival Minum Kopi, yang akan dilaksanakan di Jalan Pabean Ampenan hingga ke tepi pantai di mana sepanjang akan dipenuhi pedagang kopi dan juga jajanan. Even ini bertujuan untuk mempromosikan produk kopi lokal yang saat ini mulai banyak dikenal dan dinikmati penggemar kopi,” tambah Yusril.

Namun promosi dan pengembangan pariwisata di Kota Mataram bukanlah tanpa kendala dan tantangan. “Memang banyak tantangan dan kendala. Namun dalam bisnis pariwisata kita harus optimis. Kami yakin dengan kerjasama yang baik dan dengan kreativitas semua pihak, termasuk Pemerintah, BPPKM, Asosiasi Hotel Mataram, pengusaha kuliner, ASITA, PHRI dan juga masyarakat, maka kita bisa menciptakan keunikan yang positif yang bisa menjadi modal kuat pencitraan dan diferensiasi industri pariwisata Kota Mataram,” pungkas Yusril. (LI/AA)

Yusril Arwan, kanan, dan Yudhi Muchlis, kiri. Promosi pariwisata perlu kreativitas dan sinergitas.

Yusril Arwan, kanan, dan Yudhi Muchlis, kiri. Promosi pariwisata perlu kreativitas dan sinergitas. (Photo: Yudhi M)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono