KAKI LIMA. Para pedagang kaki lima menjajakan makanan dan mainan selama gelaran MTQ 2016 di Kota Mataram.

Mataram, LombokInsider.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil meraih seluruh target Tri Sukses dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional XXVI Tahun 2016 yang berakhir pada Sabtu (6/8) malam dan ditutup secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sisi lain dari perhelatan akbar ini adalah adanya orang-orang kecil yang mendapat rejeki besar. Mereka adalah para pedagang PKL dan tukang parkir.

Sejak dari rangkaian awal pelaksanaan MTQN 2016 pada 27 Juli lalu, sudah terlihat bagaimana roda perekonomian khususnya pedagang kaki lima (PKL) bergulir dengan cepat. Di seputaran arena MTQN selalu dipenuhi oleh PKL. Apalagi saat khataman Qur’an massal dari 1000 santri dari seluruh Lombok, begitu banyak PKL di perempatan Gubernuran. Juga ketika diadakan acara menyanyikan mars MTQN yang diikuti 93.000 orang pelajar dan juga pegawai pemerintahan, yang dirangkai dengan barzhanji berjamaah dan juga pawai ta’aruf.

REJEKI MANIS. Baharuddin, pedagang gula kapas, merasakan manisnya rejeki MTQ.

REJEKI MANIS. Baharuddin, pedagang gula kapas, merasakan manisnya rejeki MTQ.

“Alhamdulillah selama MTQN ini penghasilan saya meningkat drastis,” kata Bu Ifah salah satu  PKL yang sehari-harinya berjualan di Taman Sangkareang.

Lain lagi dengan Baharuddin pedagang gula kapas yang berjualan di halaman depan Islamic Center. “Saya berjualan sejak MTQ dimulai di sini. Biasanya sih keliling. Alhamdulillah hasilnya lumayan dibanding hari biasa,” ungkap Baharuddin.

Sugeng pedagang balon dan mainan anak lainnya juga demikian. “Kalau saya sih pindah-pindah jualannya, kadang di depan IC, kadang di arena pameran di mana yang rame deh,” jelas Sugeng yang mengaku bisa dapat hasil dua kali lipat dari hari-hari biasa.

Satu lagi PKL yang sangat sibuk sepanjang hari yaitu H. Ali dari Bintaro yang sehari-harinya berjualan di daerah Bintaro dan depan Masjid Raya At-Taqwa Mataram. “Sejak ada MTQ saya pindah mangkal disana. Alhamdulillah omset harian meningkat cukup drastis. Semoga Lombok sering mendapat kesempatan sebagai penyelenggara acara-acara besar seperti ini,” kata Ali yang jualan mi instan rebus, lontong sayur, kacang ijo, dan minuman.

HARAPAN. H. Ali berharap NTB semakin sering menjadi tuan rumah even nasional.

HARAPAN. H. Ali berharap NTB semakin sering menjadi tuan rumah even nasional.

Sementara Paramul tukang parkir dadakan dari Dasan Agung mengaku setiap hari bisa dapat Rp70.000 bersih. “Saya mulai keluar jam 17:30 sore dan bekerja sampai selesai acara MTQ setiap malam biasanya sekitar 24:00/01:00 dini hari. Hasil setelah dibagi beberapa teman ya sekitar Rp70.000,” jelas Param.

Semuanya merasakan manisnya kue MTQ ini, terutama para PKL. Yang tidak kalah besarnya dari dampak ekonomi adalah efek promosi even ini terhadap industri pariwisata NTB yang bakal lebih besar dan lama dampaknya dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri ke NTB.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono