Mataram, LombokInsider.com – Olah raga panah saat ini sedang membumi di Pulau Lombok yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Bahkan dari beberapa klub panah yang ada di NTB, anggotanya telah mencapai ribuan orang. Yang membuat antusias masyarakat, khususnya muslim terhadap panahan adalah selain menyehatkan olah raga ini juga merupakan salah satu dari Sunnah Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, hal ini dapat dilihat dari banyak hadist-hadist shahih yang menjelaskannya.

ANTUSIAS. Para Peserta Sedang Bereaksi Membidik Target Panah.

Panahan Indoor Modern Pertama di Indonesia

Wins Archery sebagai salah satu klub panahan komersil yang merupakan sayap dari klub Arrihu, Rembiga. Sebagai operator panah indoor modern pertama di Indonesia, yang bertempat di Lombok Epicentrum Mall (LEM), lantai 2, jeli melihat potensi ini.

“Kami melihat potensi olah raga panah di NTB, khususnya di Lombok mulai berkembang. Apalagi sejak Gubernur TGH Muhammad Zainul Majdi tertarik memanah,” jelas Muhammad Aliwardana, Direktur Wins Arhery, Mataram, Lombok.

Menurut Ali, pihaknya memang berkomitmen untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan dan memajukan olah raga panahan di Lombok. “Melalui mini kompetisi yang pertama ini, kami memang ingin membantu mengembangkan sekaligus mempopulerkan panahan ini. In Sya Allah kedepan kami akan adakan kompetisi yang lebih besar lagi,” lanjut Ali yang juga menjabat Ketua Litbang di klub Arrihu.

Wins Archery berharap dengan semakin membuminya olah raga ini, akan muncul bibit generasi muda yang dapat menjadi atlet panah, sehingga dapat mewakili NTB pada ajang nasional bahkan internasional. Hal ini juga selaras dengan komitmen Pemprov melalui KONI yang sudah mulai mencari bibit-bibit pemanah muda untuk di gembleng.

Mini Kompetisi berlangsung 2 hari, Sabtu-Minggu (17-18/6) di LEM. “Final akan berlangsung Minggu, hari ini technical meeting dan penyisihan. Peserta yang ikut ambil bagian sebanyak 77 orang, kelas anak-anak 22 orang, umur 6-11 tahun. Sementara kelas umum diikuti 55 orang,” imbuhnya.

Ali menegaskan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan antusiasnya para peserta yang mendaftar. “Kami tidak menyangka, animo masyarakat luar biasa, padahal awal pengumuman pendaftaran (25/5) pelaksanaan kompetisi hanya beberapa yang mendaftar, namun beberapa hari terakhir ini peserta membludak,” tegas Ali.

Hadiah Pemenang

PERSIAPAN. Pengecekan Busur Panah oleh Panitia Mini Kompetisi.

Untuk hadiah, Wins Archery menyediakan yang tergolong paling baik dari kompetisi-kompetisi yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Kategori umum, Juara 1, akan mendapatkan Busur Standard Bow (Rp1,8 juta), Juara 2, Traditional Bow Fiber (Rp950 ribu) dan Juara 3 mendapatkan Quiver serta anak panah.

Demikian juga untuk kelas anak-anak, hadiah pertama sebuah Busur Compound remaja, (Rp1,6 juta), Juara 2 akan memperoleh Busur Compund anak, (Rp900 ribu) dan Juara 3 akan memperoleh Quiver serta anak panah. Selain itu, para juara juga akan menerima piala dan piagam penghargaan dari Wins Archery.

Jarak pemanah dari target, untuk kategori anak-anak berjarak 7 meter, sementara umum atau dewasa 10 meter. Hasil final pada Minggu (18/6), untuk kategori anak-anak, Juara 1-3, Callysta Pahira SP, Syandia Putri N dan Marsha. Sedangkan kategori umum para juaranya 1-3 adalah, Teguh Zulkarnain, Salehudin dan Dedy Setiawan.

Sekilas Tentang Wins Archery

Wins Archery lahir pada akhir 2016 lalu. Merupakan anak cabang dari klub panah Arrihu yang telah berdiri resmi sejak 21 September 2016, Arrihu sendiri telah aktif sejak sebulan sebelumnya dan mendapatkan lisensi resmi dari Perpani pada September 2016. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com