Wagub M Amin mencoba memanen padi dengan mesin.

MEKANISASI. Wakil Gubernur NTB Muh. Amin sedang mencoba memanen padi menggunakan alat pemanen padi atau rice harvester di Narmada.

 

Narmada, LombokInsider.com – Produksi pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan. Produksi padi sebesar 2.417.392 ton gabah kering giling (gkg) mengalami peningkatan 14,21 % dibandingkan tahun 2014, yang hanya berjumlah sebesar  2.116.537 ton. Sementara untuk sasaran produksi tahun 2016 sebesar 2.408.270 ton gkg, dengan luas tanam 481.913 ha, luas panen 462.237 ha dan produktivitas 52,06 kw/ha.

“Provinsi NTB siap meningkatkan produksi pertaniannya dengan memperhatikan kesejahteraan para petani. Produksi terus kita tingkatkan khususnya komoditas utama padi jagung kedelai, tetapi tentu tata niaganya perlu diatur agar stabilitas harga bisa terjamin dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani kita,” kata Wakil Gubernur NTB Muh. Amin, SH., MSi, saat melakukan panen padi dengan mesin di Narmada bersama Menter Pertanian Andi Amran Sulaiman.

PENINGKATAN. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak NTB meningkatkan hasil pertanian.

PENINGKATAN. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak NTB meningkatkan hasil pertanian.

Hadir dalam acara tersebut Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog, Wahyu Suparyono, Bupati Lombok Barat, Faozan Khalid, dan perwakilan kelompok-kelompok tani dari Forum Komunikasi Petani Maju Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat Faozan Halid memaparkan, saat ini pertanian Lombok Barat memiliki 17 ribu hektar lahan dan selalu swasembada pangan. Pada tahun 2016, Faozan menyampaikan kepada Menteri dan Wagub hasil produksi padi Lombok Barat surplus 27 ribu ton. “Hasil produksi kami masih bisa ditingkatkan jika potensi yang kami miliki bisa dimanfaatkan, seperti daerah selatan dapat menjadi daerah pertanian baru, jika sarana dan prasarana pertanian seperti embung dan irigasi diperbaiki” imbuhnya.

Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kementerian telah bekerja keras untuk menstabilkan harga, seperti harga jagung yang kini telah berangsur membaik “Harga jagung kini membaik tentunya kesejahteraan petani juga naik. Impor turun turun 60%. Insyaallah, kita tekadkan tahun depan NTB dapat menjadi lumbung jagung nasional,” tegas Menteri.

Pada kesempatan itu Menteri juga mengajak Wagub untuk menjadikan lahan pertanian NTB 400 ribu hektar, dengan menjanjikan bantuan penuh seluruh benih dan pupuk dari kementrian pertanian serta jaminan dibeli oleh pemerintah.

“Pak Wagub, bisa tidak kita jadikan lahan pertanian NTB 400 ribu hektar, dengan hasinya dibeli oleh pemerintah, dan harga beli jagung tidak boleh kurang dari Rp.3.150 per kg. Kalau sepuluh ton, pendapatan petani bisa mencapai 30 juta,” jelasnya. Setelah mendengar langsung aspirasi 3 orang perwakilan Forum Komunikasi Petani Maju Lombok Barat dan memberikan bantuan berupa 2 buah mesin pompa air dan 1 traktor kepada kelompok tani, Menteri melanjutkan perjalanan ke Kantor Gubernur NTB untuk melakukan Rapat Koordinasi. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono