Wagub Muh. Amin dalam halal bihalal dengan IPDN

Mataram, LombokInsider.com – Kekompakan adalah modal utama dalam membangun daerah. Hubungan alumni sebagai perekat bangsa dapat memudahkan koordinasi antar pemerintah daerah. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Amin., SH, M.Si saat memberikan motivasi pada acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Nusa Tenggara Barat, Kamis (14/7/2016) di Hotel Golden Tulip, Mataram.

“Peran profesionalisme purna praja sebagai aparatur teladan harus dijaga dan ditingkatkan untuk menjaga nama baik alumni dan pemerintah daerah,” kata Wagub Muh. Amin.

KOMPAK. Alumni IPDN berpose dengan Wagub NTB.

KOMPAK. Alumni IPDN berpose dengan Wagub NTB.

Hadir sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut, Wagub Muh. Amin memberikan arahan dan motivasi kepada purna praja yang telah menjadi aparatur di lingkup Pemerintah Provinsi NTB maupun kabupaten dan kota di NTB; serta praja yang masih menempuh pendidikan di IPDN Kampus NTB di Praya, Lombok Tengah.

“Saya sangat bangga dengan para praja IPDN. Tidak semua orang beruntung bisa bersekolah di STPDN atau IPDN. Maka sebagai alumni mari tunjukkan profesionalitas dalam mengabdi untuk pembangunan,” harap Amin.

Amin juga mengungkapkan apresiasi dan penghargaan kepada para alumni yang selalu menjalin kekompakan dan terus menjaga silaturrahminya.

Menyatukan Visi

Irwan Rahadi, Camat Selaparang, Kota Mataram penggagas acara tersebut mengungkapkan silaturrahmi merupakan tradisi nusantara yang dilakukan rutin Korps Purna Praja atau lulusan  STPDN/IPDN yang kini mengabdi sebagai aparatur pelayan masyarakat.

BANGGA. Wagub Amin bangga dengan alumni IPDN.

BANGGA. Wagub Amin bangga dengan alumni IPDN.

“Ini merupakan agenda tahunan kami untuk menjaga kekompakan dan solidaritas alumni untuk menyatukan visi dalam berkontribusi untuk pembangunan mensejahterakan masyarakat,” ungkap lulusan STPD angkatan 06 tersebut.

Pendidikan IPDN bertujuan membentuk kader pamong praja, yang memiliki tiga kompetensi. Pertama, kemampuan untuk mengelola kebhinekaan bangsa dan nusantara menjadi kekuatan nasional (tunggal ika), memproses persatuan dan melestarikan kesatuan bangsa (Bhineka Tunggal Ika). Kedua, kemampuan untuk berfungsi sebagai conductor (dirigent), yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, mengidentifikasi konflik atau nada sumbang sekecil apapun dan mengoreksinya sehingga tercipta harmoni antar pihak  dan pada gilirannya menghasilkan kinerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Ketiga, kemampuan untuk berkoordinasi dengan pihak lain yang fungsinya berbeda dan berfungsi sebagai koordinator antar berbagai satuan kerja yang berlainan yang beroperasi dalam suatu wilayah atau daerah. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono