Mataram, LombokInsider.com – Pasca gempa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), 7.4 SR pada Jum’at (28/9) pekan lalu, hingga pukul 21:30 wita tercatat sudah 477 kali gempa yang terjadi, baik sebelum gempa utama ditambah dengan gempa-gempa susulan hingga hari ini (9/10). Hal ini berdasarkan pengamatan Prof. Didik Widjaja pada akun Facebooknya.

Nama Ilmuwan Geologi lulusan ITB ini memang semakin dikenal pasca gempa Lombok Sumbawa sekitar 2 bulan lalu. Akun FB Didik Widjaja mendadak banyak followernya dan pertemanan sejak gempa Lombok 6.4 SR pada Ahad (26/7) lalu.

Netizen sangat tertarik dan selalu menunggu update-update berita terkait gempa yang di posting Prof. Didik. Memang selain latar belakang keilmuannya Didik Widjaja relatif tidak pernah menampilkan prediksi atau ramalan, semua berdasarkan pemantauannya melalui seismograf.

Didik Widjaja juga banyak mengambil referensi pengamatan-pengamatan terkait gempa, baik secara lokal melalui InaTEWS BMKG, juga secara internasional melalui CSEM/EMSC juga peta-peta terkait gempa oleh PU-PR.

Gempa Palu-Donggala memang terbilang gempa yang cukup unik, sehingga banyak ilmuwan dan ahli yang ikut angkat bicara mengenai fenomena yang terjadi. Karena sangat jarang dan kecil kemungkinan gempa darat menimbulkan tsunami seperti di Palu-Donggala. Bahkan dini hari tadi (9/10) gempa darat dangkal dengan skala 5.2 SR kembali guncang Palu-Donggala.

Bukan hanya tsunami, gempa di Sulteng juga menimbulkan kerusakan yang sangat parah jika dibandingkan gempa Lombok-Sumbawa, dimana jalan-jalan terbelah dan menggunung secara singkat. Bahkan berdasarkan data update dari BNPB, korban meninggal dunia yang sudah ditemukan mencapai 2.000 orang lebih.

Ada juga satu desa yang hilang ditelan bumi, kemudian tanah yang berubah menjadi lumpur dan berjalan yang dikenal dengan istilah Likuifaksi, sehingga rumah-rumah disatu desa berpindah tempat hingga ratusan meter dan kemudian tenggelam. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com