Pemasangan tanda nama logam di Danau Segara Anak yang mengundang protes.

Mataram, LombokInsider.com – Menyusul tentangan keras dan protes dari netizen di Lombok dan dari luar, Pemerintah Nusa Tenggara telah memutuskan untuk tanda nama logam yang sebelumnya telah dipasang di Danau Segara Anak.

“Kami telah berbicara dengan otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani sore ini dan kami telah sepakat untuk membongkar tanda nama tersebut dari lokasinya yang sekarang,” kata Lalu Muh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat sebagaimana dikutip oleh Utarakita.com.

Faozal menjelaskan bahwa pemasangan tanda nama ini merupakan proyek yang dilakukan oleh otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani dalam upaya untuk mempromosikan destinasi ini. “Namun kami menghargai umpan balik dan masukan publik dan kami sepenuhnya memahami kekuatiran yang disuarakan. Kami akan mengirim orang untuk membongkar tanda nama tersebut segera,” said Faozal.

Tidak Patut

Kami akan membongkar tanda nama tersebut segera, kata Lalu Muh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan NTB

Kami akan membongkar tanda nama tersebut segera, kata Lalu Muh. Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan NTB

Netizen yang menyampaikan keluhan dan protes mereka di media sosial memahami niat baik yang tengah dijalankan oleh otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani yang saat ini tengah berupaya untuk memperbaiki sarana publik di taman nasional tersebut. Namun, banyak netizen menganggap langkah tersebut tidak tepat. Banyak yang menyuarakan kekuatiran mereka bahwa memasang bangunan logam di kawasan danau hanya akan merusak keindahan dan kesucian destinasi ini.

“Pemasangan tanda nama ini sungguh tidak masuk akal. Bukannya fokus untuk mengurangi masalah sampah, mereka malah merusak citra tempat yang paling ikonik di Lombok ini,” tulis Niken Arumdati dalam komentarnya terhadap masalah ini.

Seorang netizen dari Denver, Colorado, Melanie Rice menulis, “Sangat buruk melihat tempat yang indah ini dirusak. Saya merasa seperti ‘memiliki’ sedikit bagian dari setiap Taman Nasional Amerika Serikat dan saya memahami mengapa kalian marah. Saya setuju bahwa pemasangan tanda nama itu tidak patut. Orang seharusnya mengambil foto selfie dengan keindahan dan pemandangan alam sebagai latar belakang”.

Bagaimana Semuanya Bermula

Segera setelah foto-foto yang diunggah pekerja kontraktor yang memasang tanda nama bertuliskan ‘Segara Anak Lake’ di danau ikonik di Gunung Rinjani muncul di laman Facebook pada Jumat malam, berondongan serangan kritikan dilancarkan oleh para netizen atas langkah yang ditempuh oleh otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani dan menuduh langkah itu sebagai tidak peka dan naif.

Di antara netizen pertama yang segera menyampaikan protes ini adalah Apink Alkaf, seorang jurnalis dan pecinta lingkungan dari Mataram. “Awalnya saya kira ini hanya berita bohong alias hoax. Namun setelah tahu bahwa ini memang benar adanya, saya menjadi marah. Ini merupakan branding yang tidak cerdas dan kuno yang bisa merusak Gunung Rinjani,” kata Apink dalam blog beritanya Utarakita.com.

Facebook

Netizen yang lain Arief Firmansyah tidak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah mengetahui kejadian tersebut lalu membuat sebuah meme dan emotikon di akun Facebook. “Bagaimana pendapat kakak-kakak? Bagi saya ini merupakan sampah yang paling besar di Gunung Rinjani,” Arief, Adventure Travel Chief at Shelter Indonesia.

Herwin Prabawananda, seorang netizen yang tinggal di Denpasar Bali, mengangkat masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Dia menciptakan petisi pada Charge.org dengan subyek ‘Save Our Mount Rinjani’ mengajak masyarakat untuk mendukung upayanya untuk menghentikan pemasangan penunjuk nama tersebut. Lebih lanjut dia mengirimkan petisi tersebut Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jujuf Kalla. Sejauh ini sudah ada 126 orang menandatangani petisi tersebut.

Sigit Lelono, seorang redaktur di koran Radar Lombok grup Lombok Post dan seorang aktifis pecinta alam mengatakan di laman Facebook, ‘Ini benar-benar akan rusak Gunung Rinjani. Mereka yang memiliki ide untuk memasang ini tampak tidak memahami hubungan antara Gunung Rinjani dan kearifan lokal masyarakat Lombok’.

Twitter

Orang juga menyampaikan protesnya melalui Twitter. Sebuah hashtag #SaveRinjani juga diciptakan. “Saya sangat kecewa karena keadaan alami Gunung Rinjani dirusak dengan pemasangan papan penunjuk nama Segara Anak Lake ini,” tulis @nasichtaufik.

Reporter/Editor: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono