Garuda Indonesia1

Jakarta, LombokInsider.com– Maskapai flag carrier nasional Garuda Indonesia akan memberangkatkan 3.646 Calon Jemaah Haji Indonesia tahun 2016 (1437H) dari Lombok International Airport (LIA) pada 9 Agustus. Sedangkan pemulangan jemaah haji akan dimulai pada 17 September 2016. Demikian siaran pers Garuda Indonesia pada 24 Mei 2016.

Kesiapan Garuda Indonesia dalam pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo dalam acara penandatanganan kerjasama “Pengangkutan Calon Jemaah Haji Indonesia” antara Garuda Indonesia dan Kementerian Agama RI yang berlangsung di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (24/5). Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI,

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo (kiri) dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Abdul Djamil (kanan).

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo (kiri) dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Abdul Djamil (kanan).

Abdul Djamil.

“Pelaksanaan phase keberangkatan penerbangan haji tahun ini dimulai 9 Agustus hingga 5 September mendatang, sementara phase pemulangan baru akan dilaksanakan 17 September -15 Oktober. Pada tahun 2016 ini, penerbangan langsung ke Madinah dan ke Jeddah dilayani dari seluruh embarkasi haji yang ada,” kata Arif Wibowo.

Pelaksanaan phase keberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama ke Madinah, dan gelombang kedua ke Jeddah. Pada phase keberangkatan ini, embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta dan Makassar akan terbang langsung menuju Madinah dan Jeddah, sementara embarkasi Balikpapan, Solo dan Lombok akan transit di Padang sebelum menuju ke Madinah dan Jeddah. Gelombang keberangkatan pertama ke Madinah dilaksanakan pada 9 – 21 Agustus 2016, kemudian gelombang keberangkatan kedua ke Jeddah pada 21 Agustus – 5 September 2016.

Fase kepulangan juga dilakukan dalam dua gelombang dari Jeddah dan Madinah. Embarkasi Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta dan Makassar akan terbang langsung dari Jeddah dan Madinah, sementara embarkasi lainnya yaitu Balikpapan, Solo dan Lombok akan melakukan transit di Banda Aceh (dari Jeddah) dan Colombo (dari Madinah) untuk proses pengisian bahan bakar. Untuk kepulangan gelombang pertama dari Jeddah akan dilaksanakan pada 17 – 29 September, kemudian kepulangan gelombang kedua dari Madinah akan dilaksanakan pada 30 September – 15 Oktober 2016.

19.020 Jemaah

Pada musim Haji 2016 (1437 H) Garuda Indonesia akan menerbangkan 79.020 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 205 kelompok terbang (kloter) dari delapan embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh sebanyak 3.180 jemaah, embarkasi Medan (6.673 jemaah), embarkasi Padang (4.946 jemaah), embarkasi Jakarta (17.758 jemaah), embarkasi Solo (26.561 jemaah), embarkasi Balikpapan (4.284 jemaah), embarkasi Makassar (11.972 jemaah) dan embarkasi Lombok (3.646 jemaah). Pada tahun 2015/ 1436H lalu, Garuda Indonesia mengangkut sebanyak 82.875 jemaah Indonesia yang tergabung dalam 210 kelompok terbang dari sembilan embarkasi.

Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2016/1437H ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 11 pe

Pelayanan ramah khas Garuda Indonesia.

Pelayanan ramah khas Garuda Indonesia.

sawat yang terdiri dari 4 pesawat B777-300 ER (kapasitas 393 seat), 2 pesawat B-747 (kapasitas 455 seat) dan 5 pesawat A330-360 (kapasitas 360 seat).

Keselamatan Penerbangan

Dalam kaitan dengan pelaksanaan penerbangan haji tahun 2016/1437H ini, Garuda Indonesia menghimbau calon jemaah haji, bahwa demi keselamatan/keamanan penerbangan dan kenyamanan bersama – para jemaah dihimbau agar tidak membawa barang bawaan berbahaya (dangerous goods) ke pesawat, antara lain: kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, gunting panjang, hair-spray atau parfum dalam tabung semprot, dan lain-lain. Barang-barang elektronika juga harus dilepas dari baterainya. Garuda Indonesia juga menghimbau para jemaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain untuk dibawa ke dalam pesawat. Hal ini perlu diingatkan kembali untuk mencegah (menghindari) adanya perbuatan (tindakan) dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Batasan Barang Bawaan

Khusus mengenai barang bawaan, para jamaah haji diharapkan dapat mematuhi ketentuan yang disepakati antara Departemen Agama dan Garuda Indonesia, yaitu barang bawaan tidak melebihi berat 32 kg, baik saat keberangkatan menuju Jeddah atau Madinah maupun kepulangan ke Tanah Air. Barang bawaan tersebut terdiri dari koper, satu tas tentengan di kabin dan tas paspor. Garuda akan memberikan secara cuma-cuma lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di Bandara debarkasi Indonesia.

Garuda Indonesia menyiapkan sebanyak 442 orang awak kabin yang 40 persen diantaranya merupakan awak kabin yang berasal dari daerah-daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah – khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian jemaah hanya mampu berbahasa daerah.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi tentang jadwal keberangkatan dan kepulangan penerbangan haji, Garuda Indonesia juga menyiapkan website www.haji-ga.com yang dapat diakses oleh masyarakat. (LI/KM)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono