Mataram, LombokInsider.com – Bangsa Indonesia kembali di uji dengan bencana, setelah gempa Lombok dan Sumbawa (NTB) pada Agustus lalu, disusul kemudian gempa Palu dan Donggala pada September, kini tanpa diduga-duga sebelumnya, tsunami menyapu kawasan Selat Sunda, khususya daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang.

Tsunami yang terjadi kemarin, Sabtu malam, pada (22/12) sekitar pukul 21.27 WIB, kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. BMKG masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya.

Sementara berdasarkan update Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 13:00 WIB, korban meinggal mencapai 168 meninggal dunia, 745 luka dan 30 hilang, serta 558 rumah dan 9 hotel rusak berat. Jumlah ini kemungkinan masih akan terus bertambah.

“Hingga saat ini jumlah pengungsi masih dalam pendataan, daerah Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam rilisnya.

Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

“Status tanggap dan penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat,” jelas Sutopo.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan. Update penanganan darurat akan terus disampaikan. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com