Mataram, LombokInsider.com – Etape pertama gelaran balap sepeda Tour de Lombok Mandalika (TdLM) akan mulai digelar pada, Jum’at (13/4) mengambil posisi start di kawasan KEK Mandalika dan finish di pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Mataram.

Akan ada 18 tim dari 24 negara yang akan siap berlomba untuk menjadi yang terbaik. Ini dijelaskan Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh Faozal pada keterangan persnya di Golden Palace hotel, Kamis (12/4).

“Kita bersyukur bahwa even ini dapat kembali kita gelar dan melibatkan banyak pihak. Saat ini persiapan non teknis yang menjadi bagian kami di Dispar NTB sedang kami urus dan selesaikan, transport, akomodasi dan juga venue saat start dan finish,” jelas Faozal.

“Jalur dan rute yang akan dilalui para peserta juga telah dipastikan aman bersama aparat terkait, panitia dan kepolisian. Start hari pertama besok akan dilaksanakan di KEK Mandalika, Pantai Kuta pada pukul 14:00 wita dan finish di depan Pendopo Gubernur NTB pada pukul 16:30,” ucapnya.

Menempuh jarak 84,4 Km, pada etape I ini para peserta melintasi sejumlah destinasi wisata, seperti gugusan pantai di KEK Mandalika, kawasan perkampungan tradisional Sasak di Sade dan Ende Lombok Tengah, Lombok Internasional Airport (LIA), persawahan dengan udara segar di sepanjang lintasan bypass LIA, serta destinasi wisata Kota Mataram.

Sedangkan etape dua, yang merupakan etape favorit bagi para peserta, karena sangat menantang adalah jalur Mataram – Sembalun, Lombok Timur dengan jarak tempuh172.4 Km. Rute ini mengambil start di pintu Timur Islami Center NTB di Kota Mataram yang menjadi ikon wisata halal NTB, kemudian akan menyusuri sejumlah destinasi di Lombok Tengah dan Lombok Timur, sebelum tiba di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, sebagai garis finish.

Sementara etape ketiga, adalah city race di Kota Mataram dengan jarak tempuh mencapai 110 Km. Rute ini akan mengambil start di Taman Sangkareang, Kota Mataram, kemudian menyusuri sejumlah destinasi wisata seperti gugusan pantai di jalan Lingkar Ampenan, dan juga kawasan Kota Tua Ampenan dan kembali finish di Taman Sangkareang, Mataram.

“Semua destinasi yang akan dilintasi para pebalap TdLM 2018 telah kita persiapkan. Sebab even sport tourism ini menjadi salah satu promosi positif bagi pariwisata NTB, sekaligus dalam upaya mendorong Lombok ini menjadi destinasi sport tourism berskala internasional,” katanya.

Sementara Dadang dan dari PB ISI sekaligus Race Technical pada TdLM 2 ini, menjelaskan bahwa sejak pertama kali pendaftaran dibuka hingga ditutup para peserta sangat antusias untuk mendaftar.

“Awalnya karena keterbatasan kami, peserta kami batasi hanya 16 tim, namun antusiasme peserta begitu besar untuk ikut berpartisipasi. Bahkan menjelang akhir pendaftaran ada 2 tim yang mendaftar secara mandiri, tanpa harus kami subsidi, mereka dari tim Korea Selatan dan tim Uni Emirat Arab,” jelas Dadang.

Senada dengan Dadang, Sondi Sampurno Race Director TdLM 2 mengatakan, daya tarik dari TdLM ini sudah sangat mendunia, karena telah masuk dalam kalender resmi UCI.

“Karena TdLM sudah terdaftar dalam kalender Uni Cyliste Internationale (UCI) 2.2 maka secara otomatis akan diketahui oleh para pebalap dari berbagai negara dan mereka sangat antusias. Padahal tahun ini besaran hadiah menurun drastis,” kata Sandi.

Menurut Faozal, Dadang dan Sandi, selain poin dan besaran hadiah, keindahan destinasi yang dilewati para peserta TdLM menjadi faktor utama dari antusiasme mereka untuk datang kembali mengikuti balap sepeda ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com