Mataram, LombokInsider.com – Untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan kemampuan jurnalis dalam membaca data-data yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB) setiap awal bulan. Pada Senin (13/11), BPS Prov. NTB mengadakan pelatihan “Statistical Capacity Building (SCB)” untuk jurnalis di NTB.

Hal ini dijelaskan Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih, saat membuka pelatihan sehari tentang SCB dikantornya. “Kegiatan ini selain sebagai sarana silaturrahim antara BPS dan jurnalis, juga sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan rekan-rekan media dalam membaca data rilis kami,” jelas Endang.

“Kegiatan ini juga dapat dijadikan saling memberi masukkan, untuk perbaikan dan kemajuan BPS serta meningkatkan pengetahuan rekan jurnalis dalam membaca data-data hasil survei yang kami sajikan setiap bulannya. Sehingga penyampaian data dapat lebih sederhana saat diterima para pembaca,” lanjut Endang,

“Disinilah peran media sangat kami harapkan, data yang sulit dan mahal dapat disajikan dengan sederhana dan murah, serta mampu membuatnya menjadi sebuah berita yang menarik untuk dibaca masyarakat,” ujarnya.

Kepala BPS ini menegaskan bahwa data yang dihasilkan juga harus berkualitas dan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan, yakni relevan, akurat, tepat waktu, mudah diakses, mudah diintepretasikan dan koherensi.

Menurut Endang, data dari BPS juga bisa menjadi bahan rujukan perencanaan, evaluasi, membuat keputusan, memformulasikan kebijakan agar tepat sasaran, serta alat konfirmasi dan legitimasi bagi para pihak yang berkepentingan.

Endang berharap pelatihan pelatihan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan karena data hasil survei yang dilakukan BPS terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi.

Setelah pembukaan dan pemaparan singkat oleh Kepala BPS, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Ike Sri Rahayu, yang menampilkan data-data BPS terkait pertanian, Yati Daryati, dengan angka kemiskinan dan pengangguran, Tri Harjanto dengan data inflasi, perdagangan dan kondisi ekonomi terkini serta M. Zainuri, memaparkan data analisis statistik dan PDRB.

Sebanyak 30 orang jurnalis yang berasal dari media cetak, online dan televisi nasional dan lokal yang ada di Kota Mataram, serta beberapa staff fungsional lingkup BPS NTB, mengikuti pelatihan ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com