Mataram,- Bencana Gempabumi yang bertubi-tubi mengguncang Pulau Lombok dengan kekuatan 6.4, 7.0 dan 6.2 Skala Richter (SR) sejak Minggu (29/7) hingga awal Agustus lalu, membuka mata nasional bahkan internasional untuk ikut bersimpati. Bahkan data yang terkahir menyebutkan korban meninggal dunia sudah menyentuh angka 435 orang dan ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal.

Bantuan pun datang dari berbagai elemen masyarakat baik dalam daerah, luar NTB maupun masyarakat internasional saling bahu membahu untuk ikut meringankan beban para korban bencana gempa yang dahsyat tersebut.

Termasuk Pemerintah Pusat dengan sigap melakukan evakuasi bagi korban yang menurunkan tim dari BNPB, TNI, Basarnas maupun Polri terus melakukan langkah-langkah strategis dalam penanganan korban gempa.

Bahkan Presiden Jokowi, dijadwalkan mengunjungi korban gempabumi pada, Senin (13/08) sore ini dan akan bermalam bersama warga di tenda pengungsian untuk melihat secara dekat kondisi korban gempa sekaligus memberikan bantuan langsung.

“Perhatian Presiden Jokowi kepada masyarakat NTB ini sangat tinggi. Maka tentunya dengan kehadiran Presiden Jokowi akan membawa manfaat besar bagi korban gempabumi yang telah meluluh lantahkan Pulau Seribu Masjid ini. NW sekali lagi berterima kasih atas atensi pak Presiden kepada NTB selama ini,” ungkap Ketua Umum PBNW melalui Ketua I PBNW TGB KH Zainuddin Atsani, di Mataram, Senin (13/8).

“Kita sangat apresiasi upaya pemerintah pusat yang terus memantau dan berusaha memenuhi kebutuhan para korban. Jadi mari kita saling bantu,” imbuhnya.

Sebelumnya, juga Presiden Jokowi sudah mengunjungi korban bencana serupa di Sambelia dan Sembalun saat terjadi gempa pertama, Minggu (29/7) lalu langsung memberikan bantuan kepada korban.

 

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak melihat bencana ini dengan kacamata politik, namun lihatlah ini sebagai ujian dan cobaan bagi manusia, khususnya di NTB ini agar kita selalu ingat kepada Allah SWT.

TGB Tsani, panggilan akrabnya menambahkan kondisi ini seharusnya menjadikan kita instrospeksi secara massal atas apa yang kita perbuat selama ini, sehingga kita tidak saling menyalahkan dan cendrung bersuuzhon.

“Kami mohon jangan musibah ini dijadikan komoditi politik. Bantulah saudara kita atas nama kemanusiaan dan persaudaraan,” pungkasnya. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com