Amanah. Ernanda Agung bersama Teddy Sunyoto, Presdir dan Pemilik Hotel Golden Palace

“Pemerintah sudah sangat membantu dunia usaha dengan memangkas birokrasi.” Teddy Sunyoto, Presdir Golden Palace Hotel, kiri; bersama Ernanda Agung, GM Golden Palace Hotel.

Perlu Jaminan Kepastian Hukum dan Keamanan

 

Mataram, LombokInsider.com –Bisnis perhotelan di Mataram memiliki prospek yang cukup cerah. Pemerintah juga sudah sangat baik dalam memberikan kemudahan dengan mengurangi kerumitan birokrasi perizinan. Hanya saja masih perlu dipastikan payung hukum dan keamanan agar investor luar lebih banyak lagi yang masuk ke Lombok.

“Dari pengalaman pribadi saya ketika mengajak teman-teman investor besar dari luar untuk menanamkan investasi di NTB, mereka masih ragu karena tidak adanya jaminan akan kepastian hukum dan keamanan. K

Potensi Besar. Lombok memiliki potensi wisata yang besar. Semua pihak perlu menjaga keamanan.

Potensi Besar. Lombok memiliki potensi wisata yang besar. Semua pihak perlu menjaga keamanan.

alau saya karena saya memang orang yang sudah lama di Mataram, maka saya tidak takut untuk investasi,” kata Pemilik dan Direktur Utama Golden Palace Hotel, Ir. Teddy Sunyoto, MT., MBA di sela acara buka puasa pada Selasa (29/6) di Hotel Golden Palace, Mataram.

Menurut Teddy, NTB memiliki potensi alam yang luar biasa indah. “Tinggal sekarang bagaimana kita mempersiapkan sumberdaya manusia untuk mendukungnya agar sadar akan arti pentingnya pariwisata dan dapat menjaga kebersihan lingkungan. Dua hal ini masih menjadi masalah utama di setiap destinasi yang ada,” tambah Teddy.

Gencar Promosi

Sementara itu Wakil Gubernur NTB, H. Moh. Amin, SH., M.Si mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTB dengan dukungan dari Kemenpar telah banyak melakukan promosi pariwisata dari tingkat nasional hingga internasional. “Karena itu kami mengajak semua pelaku pariwisata dan masyarakat NTB untuk bersama-sama mendukung pariwisata NTB agar bisa berkembang dan maju sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan juga devisa bagi negara,” kata Wakil Gubernur Moh. Amin.

Menurut Wagub Moh. Amin, setiap bulan puasa tingkat hunian hotel-hotel di kota Mataram khususnya turun dari normalnya sekitar 75-80% menjadi sekitar 40% saja. Hal ini dikarenakan banyak pengguna hotel baik instansi pemerintah maupun swasta yang yang mengurangi kegiatan pertemuan, pelatihan dan liburan.

“Semoga setelah Ramadhan ini keadaan pariwisata kembali normal sehingga tingkat hunian hotel

Ustadz TGH Subeki Sasaki: Perbedaan tidak boleh menjadi penyebab perpecahan.

Ustadz TGH Subeki Sasaki: Perbedaan tidak boleh menjadi penyebab perpecahan.

dan kedatangan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa kembali seperti biasa,” kata Wagub Moh. Amin.

Menurut data Asosiasi Hotel Mataram (AHM), tingkat penghunian kamar hotel pada minggu ketiga 20 – 26 Juni 2016 mencapai 46,80%. Dari total  41.728 kamar, yang terjual sebanyak 19.528. “Angka ini sedikit turun dibanding periode yang sama tahun 2015 yang berada pada angka 48,40%. Namun, memang tahun ini terjadi penambahan jumlah kamar sebanyak 6.211 kamar,” kata Reza Bovier, Ketua Asosiasi Hotel Mataram.

Juga hadir pada buka puasa bersama Ketua DPRD Prov NTB, jajaran Forum Komunikasi Daerah NTB, Walikota Mataram, Wakil Walikota Mataram, DPRD Kota Mataram, para kepala dinas provinsi dan Kota Mataram dan lainnya.

Ust. TGH. Subeki Sasaki dalam tauziahnya mengingatkan bahwa bahwa perbedaan antara pemeluk agama di Mataram jangan menjadi penyebab perpecahan namun justru harus sebaliknya dipererat tali silaturrahim yang telah terjalin.

Pewarta: Agus Apriyanto

Penyunting: Kasan Mulyono

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono