Mataram, LombokInsider.com – Dampak dari erupsi Gunung Agung pada Minggu (26/11) lalu, hal yang paling dirasakan adalah arus transportasi udara, dari dan ke Lombok melalui Lombok International Airport (LIA) di Lombok Tengah. Sistem buka-tutup bandara menjadi alternatif, karena keadaan cuaca dipengaruhi arah angin yang tidak menentu.

Dari pengalaman beberapa penumpang yang sempat datang ke Lombok Internasional Airport (LIA), ada rasa kecewa yang tersirat, karena minim dan rancunya informasi mengenai sistem buka tutup yang diberlakukan.

“Ini kan membingungkan penumpang, sebentar cancel sebentar berangkat,” kata Hudi Ertanto.

Sesuai jadwal seharusnya Pesawat Lion yang akan ditumpanginya berangkat pada Jum’at pagi (1/12) menuju Jakarta. “Seharusnya sih berangkat, tapi ternyata sampai bandara di cancel, sampai ada pemberitahuan berikutnya,” lanjutnya.

“Daripada nunggu nggak jelas lebih baik balik ke Mataram, akhirnya refund tiket. Eh sampai rumah, ternyata otoritas bandara membuka penerbangan,” ujarnya lagi.

“Kami kecewa otoritas bandara tidak tegas dan jelas dalam menjalankan notifikasi atau pengumuman, pagi kasih pengumuman bandara tutup sampai pukul 14:00, eh sekitar pukul 10:00 maskapai penerbagan plat merah bisa terbang, ini gak konsisten,” keluhnya.

Walaupun kecewa namun Hudi bisa menerimanya, “Ini semua sudah kehendakNya, kita ambil hikmahnya saja,” ucap Hudi.

Lain halnya dengan Andika Wijaya, yang juga berencana terbang menggunakan maskapai penerbangan Lion Air, tujuan Jogyakarta, pada Senin (27/11) lalu, sehari pasca erupsi.

“Ya kemarin (27/11, red) sempat diundur sehari, terus keesokannya bisa berangkat, Alhamdulilah, tapi pulangnya juga masih tanda tanya,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTB, menjelaskan.

“Arah angin dan perubahan cuaca yang begitu cepat menjadi pertimbangan, selain itu juga keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Jika ada yang kecewa wajar, saya termasuk salah satu yang gagal berangkat kemarin (29/11, red),” tegasnya pada Rapat Koordinasi di Kantor Dispar NTB, Kamis (30/11).

Hal senada disampaikan I Gusti Ngurah Ardita, General Manager Angkasa Pura I, Lombok International Airport (LIA), sebagai otoritas bandara.

“Kami terus memantau situasi dan kondisi kelayakan terbang, semua itu untuk keamanan penumpang dan maskapai penerbangan itu sendiri dan kami berusaha untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat berdasarkan monitoring dari VAAC Darwin dan juga Satelit Himawari,” jelas Ardita.

Menurutnya dalam keadaan seperti ini wajar jika banyak kecewa, karena pesawatnya delay atau bahkan cancel. “Itu manusiawi, karena setiap orang punya prioritas masing-masing. Kami selalu berusaha memberikan solusi terbaik kepada mereka,” tegasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com