Serang, LombokInsider.com – Setelah sebelumnya melakukan silaturahmi ke Surabaya, Sidoarjo, Pati, Grobogan, Lamongan, Salatigan dan Solo giliran Kota Seran, Banten yang menjadi tempat TGB atau HM Zainul Majdi untuk memberikan kuliah subuh. Kedatangan Gubernur NTB ini di Ponpes Modern Daar El Istiqomah, menyisakan sejumlah cerita.

“Sebagai teman satu angkatan sewaktu kuliah di Al-Azhar, Kairo, saya menyampaikan testimoni dan memotret karakter TGB sejak masih jadi mahasiswa di Mesir hingga menjadi Gubernur NTB dua periode,” katanya, pada Kamis (3/5).

Dikatakan, meski sudah menjadi orang nomor satu di NTB dua periode, ternyata karakter TGB tetap sama.

“Beliau tetap sederhana, santun, rendah hati dan hangat menyapa kawan, sahabat maupun siapa saja yang ditemui,” pujinya.

Menggambarkan karakter dan sikap TGB yang bersahaja, Khariri mengutip sebuah nadhom dari alfiyah ibnu malik yang berbunyi, dengan sebab Jar, Tanwin, Nida’, Al, dan Musnad, tanda pembeda untuk Kalimat Isim menjadi berhasil.

“Nadhom ini bicara tentang tanda-tanda kata benda (isim) dalam bahasa arab. Dimana suatu kalimat disebut isim jika dia memiliki lima tanda yaitu dapat dimasuki atau didahului dengan huruf Jar, menerima Tanwin, didahului oleh huruf Nida, terdapat Al, dan Musnad,” jelasnya.

Lebih lanjut, jika nadhom ini dikontekstualisasi dengan karakter TGB, maka kalimat isim bisa kita maknai keluhuran. Artinya TGB memiliki sifat-sifat luhur karena kepribadianya ditunjang oleh lima karakter yang disebutkan dalam ilmu nahwu yaitu bil jarri (tawadhu), tanwin (ramah tamah), Nida (Tidak tergila-gila dengan popularitas), Al (mengetahui/berpengalaman/arif), musnad (urusannya selalu disandarkan / tawakal dengan Allah).

Berbagai prestasi dan capaian, sambungnya, TGB mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi NTB sebesar lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi nasional.

TGB juga sebagai Best Regional Leader (Pemimpin Regional Terbaik) dalam ajang penghargaan Obsession Awards 2017 yang digelar salah satu media terkemuka di Jakarta.

“Sebagai tokoh daerah yang telah sukses memajukan NTB, kini nama besar TGB sudah layak untuk diorbitkan dalam panggung politik nasional. Berbagai upaya dan ikhtiar terus dilakukan untuk memuluskan jalan TGB memasuki kontestasi pilpres 2019,” ujarnya.

Diakuinya, sebagai gubernur yang hafidz Quran dan memperoleh doktor pada bidang tafsir Quran dari Al Azhar, Kairo membuat TGB layak disebut ulama dan sekaligus umaro.

Banyak ulama Banten yang simpati dengan kecerdasan, keilmuan, wawasan, dan kesantunan TGB.

“Sehingga pada saat jamuan makan pagi usai Tablig Akbar, para ulama dan sesepuh secara informal mendeklarasikan dukungannya kepada TGB dalam pilpres 2019.

Semoga dukungan ulama diberbagai daerah untuk TGB akan terus bermunculan,” katanya. (LI/AA/SP)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com