Mataram, LombokInsider.com – Tidak terasa setahun sudah berjalan masa kepemimpinan pasangan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah, M.Sc dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. Tepatnya sejak dilantik Presiden pada 19 September 2018 lalu.

Sejak saat itu, kedua orang pimpinan daerah ini telah menetapkan program-program strategis yang dicanangkan NTB tahun 2019-2023 meliputi pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi, pengembangan daya saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas serta aksebilitas wilayah NTB dan NTB bersih dan berkelanjutan. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

“Kita harus punya strategic planning yang terukur untuk menyusun hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki daerah NTB, karena jika hal ini berjalan dengan baik dan benar dapat mendorong peningkatan pendapatan NTB,” jelas Gubernur saat memimpin rapat dengan agenda E-Kinerja dan Program Strategis di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (17/9).

Pertama, pariwisata andalan dan strategis, dengan pengembangan pulau-pulau kecil (gili) di Lombok dan Sumbawa, percepatan pembangunan KEK Mandalika dengan sirkuit MotoGP, pengembangan Rinjani Unesco Global Geopark dan Geopark Nasional Tambora. Selain itu Pemprov juga fokus pada pengembangan wisata halal berkelas dunia dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, melalui desa wisata.

Kedua, industrialialisasi dengan pembangunan smelter dan industri turunannya di Kabupaten Sumbawa Barat, industri pengolahan dan permesinan yang dapat memberikan nilai tambah dan ekonomis yang lebih tinggi, dari sektor pertanian, peternakan, lingkungan, kehutanan dan kelautan. Industri permesinan dan STIP, STIP sebagai pusat inovasi industri permesinan dan inkubasi bisnis. Pengembangan industri kawasan terpadu SAKOSA, yang meliputi pariwisata, konektivitas dan energi, komoditas serta pembangunan manajemen.

Ketiga yakni pengembangan daya saing SDM, dengan cara memberikan bantuan beasiswa S1,S2 dan S3 belajar ke luar negeri. Rumah Bahasa, yang merupakan sebuah tempat terbuka untuk masyarakat dan tempat meningkatkan kemampuan dan penguasaan bahasa asing khusunya Bahasa Inggris. 

Revitalisasi Posyandu, meningkatkan strata posyandu secara bertahap menuju posyandu keluarga yang melayani semua anggota keluarga dalam bentuk posyandu KIA,posyandu remaja,pos bindu dan posyandu lansia, serta deteksi dini berbagai persoalan sosial sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat berbasis dusun dan juga revitalisasi SMK.

Keempat, NTB Ramah Investasi, menjadikan Bandar Kayangan sebagai global hub, merupakan salah satu dari sepuluh lokasi lintasan strategis dunia (UNCTAD,2009). Kawasan SAMOTA yang terdiri dari potensi investasi sektor unggulan seperti; perikanan, pariwisata, peternakan, perkebunan, pertanian dan industri pengolahan.

Kelima, Pengembangan konektivitas dan aksesibilitas, rencana pembangunan jalan by pass dari Lembar-Mataram-Labuan Lombok, Long distance Ferry Surabaya -Lembar, menyusul Surabaya – Badas dan subsidi penyebrangan antar pulau. Direct flight dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri ke Lombok dan pembangunan jembatan laut Lombok-Sumbawa, serta pengembangan bandara dan pelabuhan.

Yang terakhir adalah NTB bersih dan berkelanjutan, melalui program Zero Waste yakni model pengelolaan sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis. Taman Sari, penataan taman-taman kota dan ruang terbuka hijau lainnya untuk menciptakan keindahan kota dan kesan asri dan juga Hutan Lestari, melakukan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk mengembalikan kondisi kawasan yang rusak akibat illegal loging atau perambahan hutan.

Sementara Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menegaskan ketika terjadi perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan sesegera mungkin. “Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai hal, utamanya jika terjadi masalah,” tegas Wagub. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com