Mataram, LombokInsider.com – Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto jadikan penyerahan program keluarga harapan (PKH) dan BLT sebagai ajang kampanyekan presiden Joko Widodo untuk melanjutkan memimpin Indonesia kedepan.

Dihadapan ratusan kelompok penerima manfaat PKH BLT dan pejabat daerah setempat di Gedung Olahraga (GOR) Turide, Kecamatan Sandubaya, Mataram. Airlangga Hartarto menyampaikan salam dari pak presiden dan dirinya sangat berbahagia para penerima manfaat bisa berkumpul.

“Yang sudah lulus dari PKH bisa jadikan inspirasi semua pihak, apalagi murni punya usaha jajanan kering, usaha cukli dan sebagainya,” ungkap dia Selasa (19/2).

Dia berjanji, sebagai Menteri Perindustrian, akan bantu masyarakat berupa alat masak, alat packing. Namun, semua itu ada mekanisme yakni melalui Dinas di daerah setempat. “Prosesnya ada usulan Dinas, baru diverifikasi untuk direalisasikan dan tergantung dari Dinas.

Airlangga menegaskan, untuk 2019 ini bantuan PKH BLT akan dinaikkan. Begitu halnya dengan pencairan maju pada bulan April. Malah, yel-yel Indonesia disemarakkannya berbunyi, NKRI adalah Pancasila, Presiden Kita H Joko Widodo, KPM PKH jawabannya produktif sejahtera, tepuk tangan.

“Ibu-ibu mau program ini dilanjutkan, kalau mau dilanjutkan maka lanjutkan kepemimpinan pak presiden,” katanya.

Dia menambahkan, program ini diharapkan bisa bantu anak-anak yang bersekolah dan cepat lulus.

Usai kampanye, media mempertegas kenapa program PKH terkesan dijadikan ajang kampanye salah satu calon presiden? Dengan tegas Airlangga Hartarto membantah kampanye, karena yel-yel itu secara nasional.

“Siapa bilang saya kampanye, itu kan secara nasional. Ayo siapa presiden kita saat ini, kan pak Jokowi,” tutupnya sembari menunjuk wartawan. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com