Mataram, LombokInsider.com – Pesona Khazanah Ramadhan resmi ditutup semalam, Kamis (14/6) oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB, didampingi oleh Plt. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal dan jajaran Forkompida NTB dan Kota Mataram.

Dalam sambutannya Gubernur menyatakan apresiasi yang tinggi kepada panitia PKR 2018, yang telah menyemarakan momen bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan religi yang dipusatkan di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center, Mataram, selama sebulan penuh.

“Takbir 1000 Bedug ini sekaligus sebagai tanda diakhirinya even Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) 2018, juga menjadi momen bersejarah dengan memecahkan rekor MURI,” kata TGB.

Selain itu, menurut gubernur dua periode ini, Takbiran merupakan manifestasi rasa syukur kehadirat Allah Azza Wajalla, setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan.

TGB juga mengatakan bahwa sepanjang Ramadhan, Kota Mataram dan NTB secara umum dalam keadaan aman dan nyaman, tanpa adanya gangguan, hal ini diharapkan akan terus berlanjut setelahnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menjelaskan bahwa Semarak Takbir 1000 Bedug ini menjadi puncak sekaligus penutup dari kegiatan PKR 2018.

“Alhamdulillah, PKR tahun ini berlangsung lancar dan lebih semarak dibandingkan sebelumnya, pemerintah provinsi berharap apa yang disajikan selama sebulan penuh ini memberikan banyak manfaat kepada masyarakat,” jelas Faozal.

Faozal menambahkan bahwa dari segi peserta takbiran, terjadi peningkatan yang tajam, pada 2017 tercatat sekitar 148 kafilah sedangkan tahun ini mencapai 160 kafilah dari seluruh Kabupaten/Kota se-NTB.

“Dengan meningkatnya peserta ini dan juga adanya 1000 bedug yang ditabuh bersamaan mengiri perjalan pawai takbir, menjadi penilaian tersendiri dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sehingga akhirnya berhasil tercatat dalam MURI dan memecahkan rekor,” ujar Faozal.

Ditempat yang sama, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Mataram Yusril Arwan mengatakan, acara malam takbiran di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (14/6) malam berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun lalu.

“Tahun ini jauh lebih banyak dan semarak, salah satu penyebabnya adanya “Semarak Takbir 1.000 Bedug” yang memecahkan rekor dari MURI,” jelas Yusril.

“Bedug-bedug ini merupakan kontribusi dari remaja masjid, KNPI, sekolah-sekolah yang ada di Mataram maupun wilayah lain di Pulau Lombok,” tegasnya.

Yusril menilai, pawai takbir menjadi salah satu upaya Pemprov NTB dan Pemkot Mataram menciptakan even yang mampu menarik kunjungan wisatawan saat Ramadhan ke Pulau Lombok, yang berjuluk Pulau Seribu Masjid ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com