Mataram, LombokInsider.com – Istilah Angpao sudah sering kita dengar, namun tahukah anda makna angpao sesunguhnya? Istilah angpao dalam kamus berbahasa Mandarin didefinisikan sebagai uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah, bonus bayaran, uang bonus.

Angpao melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpao melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Oleh sebab itu, angpao tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa karena akan dianggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi di keluarga tersebut.

Kegunaan dan kebiasaan

Angpao dihiasi gambar Cai Shen, Angpao umumnya muncul pada saat ada pertemuan masyarakat atau keluarga seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru, hari raya seperti tahun baru Imlek, memberi bonus kepada pemain barongsai, beramal kepada guru religius atau tempat ibadah dan sebagainya.

Pada pesta pernikahan, pasangan yang menikah biasanya diberi angpao oleh anggota keluarga yang lebih tua dan para undangan. Masyarakat yang masih teguh memegang budaya tradisional juga menggunakan angpao untuk membayar guru dan dokter.

Pemberi dan penerima

Para pemberi angpao biasanya adalah pasangan yang sudah menikah, sementara penerimanya adalah orang yang belum menikah atau anak kecil.

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk memberi uang dalam bentuk koin atau berupa lembaran dalam jumlah banyak supaya penerima tidak bisa memperkirakan jumlah uang yang ia terima. Masyarakat biasanya juga melarang anak-anak untuk membuka angpao pada saat masih berkumpul bersama-sama supaya tidak terjadi kecanggungan di antara para pemberi angpao.

Jumlah uang

Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpao bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian. Menurut kepercayaan masyarakat China, angka ganjil dihubungkan dengan pemakaman, dan angka “empat” (Hanzi=四, pinyin=sì) homofon dengan kata “mati” (Hanzi=死; pinyin= sǐ).

Namun, pada wilayah tertentu di China, masyarakat biasanya memberikan nominal ganjil kepada pasangan yang menikah sebagai lambang angka ganjil tidak dapat dibagi lagi.

Dalam pernikahan, pemberi angpao memperkirakan nominal yang ia berikan apakah dapat menutupi biaya yang dikeluarkan oleh pasangan menikah untuk menjamunya. Selain itu, nominal yang digunakan terkadang juga menunjukkan ungkapan selamat si pemberi kepada pasangan menikah, misalnya $288 (2 melambangkan pasangan dan 88 melambangkan shuangxi atau kebahagiaan berganda) dan $388 (3 melambangkan pasangan segera dianugerahi keturunan [2 orangtua + 1 anak]). Karena angka 8 melambangkan kekayaan. (LI)

 

 

Sumber: Wikipedia Indonesia

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com